Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Pemkab Klaten Gelar Kegiatan Basuh Kaki Ibu

Djoko Sardjono
23/12/2018 14:40
Pemkab Klaten Gelar Kegiatan Basuh Kaki Ibu
()

SUASANA haru menyelimuti ribuan orang yang hadir pada acara basuh kaki ibu di Alun-alun  Klaten, Jawa Tengah, Minggu (23/12).

Kegiatan tersebut digelar Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Klaten, dalam rangkaian peringatan Hari Ibu 2018.

Acara basuh kaki ibu di Alun-alun Klaten, diikuti 2.000 orang dari keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (PKH) di Klaten. Bupati Sri Mulyani dan para istri pejabat Pemkab Klaten turut hadir.

Basuh kaki diawali oleh Anggoro, putra Bupati Sri Mulyani, dengan diiringi bacaan puisi sendu tentang ibu. Anak-anak keluarga penerima manfaat PKH lantas mengikuti berjongkok membasuh kaki ibu mereka masing-masing yang duduk di kursi. Saat itu, para ibu tampak tidak kuasa menahan tangis.

Warga Klaten Utara Ani Haryati menilai acara  basuh kaki ibu sangat bermanfaat bagi anak-anak dan keluarga. "Ini kegiatan positif yang mengajarkan kepada anak-anak untuk berbakti dan menghormati ibu yang melahirkan," ujarnya.

Zahra Ayu, pelajar SMP Negeri 1 Klaten, putri Ani Haryati, mengamini apa yang dikemukakan ibunya. Bersikap santun, berbakti, dan menghormati  ibu itu wajib hukumnya bagi anak.

Kepala Dinsos P3AKB Klaten, Muh Nasir, mengatakan kegiatan basuh kaki ibu yang digelar di alun-alun merupakan rangkaian peringatan ke-90 Hari Ibu. "Kegiatan ini diikuti ibu-ibu sebanyak 1.000 orang dan 1.000 anak. Mereka adalah keluarga kurang mampu penerima manfaat PKH," tuturnya.

Sementara itu, Bupati Sri Mulyani mengapresiasi kegiatan basuh kaki itu. Ia pun menilai kegiatan yang kreatif tersebut sangat bermanfaat bagi keluarga. "Betapa tidak. Kegiatan basuh kaki ibu mengajarkan kepada anak untuk besikap santun, serta berbakti dan hormat kepada orang tua," jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Bupati Klaten menyerahkan penghargaan kepada warga yang telah rela mundur dari penerima bantuan PKH, karena sudah mampu secara ekonomi. (A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya