Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Petugas dan Relawan di Sukabumi Pantau Pergerakan Gelombang Pantai Selatan

Benny Bastiandy
23/12/2018 14:45
Petugas dan Relawan di Sukabumi Pantau Pergerakan Gelombang Pantai Selatan
()

PERSONEL Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bersama relawan Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawisata), Basarnas, serta Radio Antarpenduduk Indonesia 06, terus memantau ketinggian air di pesisir pantai selatan pascatsunami yang menerjang pantai-pantai Selat Sunda, Sabtu (22/12) malam.

Hingga saat ini tidak ada peningkatan gelombang di wilayah tersebut.
"Kami pantau perkembangannya mulai dari Cisolok hingga ke Tegalbuleud. Hingga dini hari pukul 00.50 WIB, kondisi laut di pesisir pantai selatan Sukabumi dalam keadaan tenang. Tidak terjadi peningkatan gelombang yang signifikan," kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman, saat dihubungi Media Indonesia, melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, Minggu (23/12).

Pemantauan masih dilakukan hingga berita ini diturunkan. Semua personel disiagakan di sejumlah titik pesisir pantai selatan.

Eka mengimbau masyarakat agar tidak panik. Meski begitu, kewaspadaan perlu ditiingkatkan. "Tetap tenang tapi harus waspada," jelas Eka.

Tsunami berpotensi melanda bentangan pesisir pantai selatan Sukabumi yang mencapai hampir 117 kilometer. Bentangan pesisir pantai itu berada di sembilan kecamatan yakni Cisolok, Palabuhan Ratu, Simpenan, Ciemas, Ciracap, Surade, Cibitung, Tegalbuleud, dan Cidadap.

Berbagai upaya dilakukan BPBD agar masyarakat selalu waspada dengan berbagai potensi gempa yang disertai tsunami. Salah satu upaya itu dengan memasang marka jalur-jalur evakuasi yang harus diikuti masyarakat saat terjadi bencana.

"Hampir setiap tahun kami mengadakan sosialisasi dan simulasi peringatan bahaya tsunami. Namun kendalanya, masih banyak warga yang belum mengerti betul cara dan gaya hidup di pinggir pantai," jelas Eka.

Di pesisir pantai selatan Sukabumi telah dipasang 6 unit alat deteksi dini (early warning system) tsunami. Titik pemasangannya berada di Tegalbuleud, Ujung Genteng, dan Palabuhan Ratu.

"Tiap titik dipasangi dua unit early warning system tsunami," ungkap Eka.

Koordinator SAR Daerah (Sarda) Kabupaten Sukabumi, Okih Pazri Assidieq, menambahkan hingga saat ini situasi dan kondisi di perairan pantai selatan Kabupaten Sukabumi masih kondusif, aman, dan terkendali. Namun begitu, Okih mengimbau masyarakat tetap waspada dengan berbagai kemungkinan potensi yang bisa terjadi.

"Kami menyiagakan personel di titik-titik pesisir pantai," tegas Okih. (A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya