Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Ketua ANOA: Tenaga Kerja Asing di Sultra tidak Sampai 10%

Micom
19/12/2018 21:15
Ketua ANOA: Tenaga Kerja Asing di Sultra tidak Sampai 10%
(MI/Halim Agil )

KEHADIRAN tenaga kerja asing (TKA) di Sulawesi Tenggara sempat menjadi isu nasional. Termasuk di musim kampanye Pemilihan Umum Presiden 2019. Bahkan, polemik tersebut semakin ramai dan kadang menjurus pada hoaks dan fitnah.

Harus diakui, terkait TKA memang memunculkan ragam opini. Sebagian beranggapan keberadaan TKA diperlukan, sebaliknya sebagian lain justru melihatnya sebagai masalah. Oleh karena itu, semua berpulang kepada fakta dan data.

Terkait hal tersebut, usai mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ketua Aliansi ANOA (Aliansi Jokowi-KH Ma'ruf Amin), La Ode Hasar Hidali, menjelaskan, TKA yang muncul di Sultra berhubungan dengan kehadiran dan beroperasinya industri peleburan biji nikel.

Hal itu memunculkan hoaks bahwa bumi Anoa (Sulawesi) diserbu TKA. Padahal, kenyataannya kehadiran TKA tidak sampai 10% dari serapan tenaga kerja secara keseluruhan di Provinsi Sultra.

"Dari 29.000 tenaga kerja yang terserap per hari ini di Sultra, perlu kita ketahui, bahwa jumlah  tenaga kerja asing hanya 2.500 pekerja. Angka ini menunjukkan prosentasi keberadaan pekerja asing itu hanya 9% saja," terang La Ode Hasar.

Penjelasan Ketua ANOA ini akan menjadi modal dan semangat bagi relawan untuk menepis isu negatif tentang TKA di Sultra. Bahkan, ANOA bertekad untuk mengerahkan relawan menebarkan informasi dengan fakta dan data yang sesungguhnya kepada masyarakat.

"Saya ingin menekankan, bahwa semua TKA termasuk yang bekerja di peleburan biji nikel adalah tenaga kerja dengan skill. Hanya objek kerja yang tidak dapat dikerjakan oleh tenaga kerja asli daerah saja yang dikerjakan oleh TKA. Di samping itu, sembari bekerja, para TKA mengajar tenaga kerja lokal sehingga terjadi transfer pengetahuan dan teknologi bagi pekerja Sultra," ujar La Ode.

Untuk mendukung keterangan ANOA, berikut data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulawesi Tenggara mengenai sebaran TKA yang terhitung hingga April 2018 berjumlah kurang dari 1.000 pekerja:

1. Kabupaten Konawe, PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) sebanyak 632 TKA dari China;

2. Kabupaten Kolaka, PT Mapan Asri Sejahtera terdapat dua TKA asal China;

3. Kota Kendari, PT Sonok Lestari Mas mempekerjakan enam TKA asal Jepang;

4. PT Kumming Gold Fortune dengan satu TKA asal Singapura;

5. PT Fajar Phinisi Seased satu TKA asal Malaysia;

6. PT Weiwo Elektronika Teknologi memiliki tiga TKA asal China;

7. Konsorsium PP/NK Proyek Jembatan Bahteramas terdapat dua TKA asal China;

8. Kabupaten Konawe Utara, PT Konutara Sejati dengan empat TKA asal China;

9. Kabupaten Wakatobi, PT Wakatobi Resort pekerjakan 12 TKA dari Swiss, Spanyol, Inggris, Jepang, Italia, dan AS. (RO/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya