Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

NasDem Desak Rekonstruksi Sulteng Pakai Bangunan Tahan Gempa

M Taufan SP Bustan
30/10/2018 16:45
NasDem Desak Rekonstruksi Sulteng Pakai Bangunan Tahan Gempa
(ANTARA)

KETUA Fraksi Partai NasDem DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Masykur mendesak pemerintah daerah agar segera mensosialisasikan konsep dan konstruksi bangunan ramah terhadap gempa, khususnya bagi bangunan rumah penduduk di Palu, Sigi, dan Donggala.

Menurutnya, sosialisasi konsep desain itu sangat diperlukan sebagai bagian dari upaya merekonstruksi wilayah Sulteng terutama di wilayah yang terpapar langsung bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi.

“Bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi tersebut jadi pelajaran berharga bagi kita semua. Tidak ada lagi yang bisa ditutupi. Semua informasi dan hasil riset yang dulunya hanya sekadar dijadikan bahan informasi bagi pemerintah, kini sudah jadi fakta,” terang Masykur kepada Media Indonesia di Jakarta, Senin (30/10).

Dia menyebutkan, pascatanggap darurat, di masa rehabilitasi dan rekonstruksi saat ini salah satu yang mendesak dilakukan adalah bagaimana mengimplementasi secara merata ke warga sampai ke pelosok daerah. Konstruksi bangunan jangan lagi dibuat suka-suka, baik bangunan fasilitas publik maupun bangunan hunian milik warga, termasuk lokasi aman untuk bangun rumah.

Saat ini pun, lanjutnya, tugas pemerintah daerah tidak hanya sebatas mendata berapa rumah warga yang rusak akibat bencana. “Sebagaimana tercatat akibat gempa sebanyak 68.451 rumah warga rusak di Palu, Donggala dan Sigi dan 400-an lebih bangunan milik negara dan fasilitas rumah ibadah yang hancur,” jelas Masykur.

Ia menambahkan, tidak cukup sampai di kerja pendataan dan pemetaan wilayah layak aman hunian. Hal yang mendesak dan tidak kalah penting adalah segera merancang dan konstruksi bangunan yang ramah terhadap gempa.

“Jadi tidak hanya sampai pada soal pemberian izin IMB dan sebagainya sembari berharap pendapatan asli daerah (PAD) dari sana. Saat ini menjadi momentum yang pas bagi semua pihak, khususnya pemerintah daerah memulai melakukan perubahan paradigma model pembangunan yang terintegrasi dalam sistem mitigasi bencana,” pungkas Masykur. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya