Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin berziarah ke makam KH Muslim Rifa'i Imam Puro di kompleks Pondok Pesatren Al Muttaqien Pancasila Sakti (Ponpes Alpansa) di Desa Troso, Kecamatan Karanganom, Klaten, Rabu (24/10) malam.
Ziarah ke makam KH Muslim Rifa'i Imam Puro, dilakukan Ma'ruf Amin dalam kunjungannya di Klaten. Sebelum di Ponpes Alpansa, cawapres juga ziarah ke makam KH Muhammad Manshur, pendiri Ponpes Al-Manshur Popongan, Tegalgondo, Klaten.
Setiba di Ponpes Alpansa yang didirikan oleh almarhum Mbah Liem, sapaan akrab KH Muslim Rifa'i Imam Puro, Ma'ruf Amin dan rombongan langsung melaksanakan salat maghrib berjamaah di masjid yang berada di kompleks pondok pesantren tersebut.
Dalam sambutannya di Ponpes Alpansa, Ma'ruf Amin mengatakan bahwa sekarang ini banyak orang yang mengaku kiai dan ulama, tapi mereka tidak pernah tinggal di pondok.
"Alhamdulillah, para kiai kita mewariskan pondok, salah satunya Mbah Liem dengan meninggalkan Ponpes Al Muttaqien Pancasila Sakti," ujarnya di depan para santri di ponpes tersebut.
Mbah Liem dinilai Ma'ruf Amin sebagai pembela dan pengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Maka, tak mengherankan jika pondok yang didirikan di belakangnya ditambah frasa Pancasila Sakti.
"Dari ucapan Mbah Liem, NKRI Harga Mati, kita dapat menangkap upaya mempertahankan dan menjaga NKRI. Jadi, NKRI merupakan kesepakatan bersama. Nah, kalau Pancasila dan UUD 1945 diganti, bubar negara ini," ujar Ma'ruf Amin.
Mbah Liem, imbuh Ma'ruf Amin, merupakan salah satu kiai yang fokus perhatian dan pikirannya untuk membela Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, dan UUD 1945.
Baca juga:
Kia Ma'ruf: Kebangetan kalau Tuduh Jokowi Memperalat Saya
Ini Pesan Ma'ruf Amin untuk Kaum Milenial
Seusai menemui santri di pondok pesantren, Ma'ruf Amin meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga perdamaian pada Pemilu 2019. Meskipun beda pilihan, jangan sampai hal itu menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
"Jadi, jangan sampai ada konflik hanya karena beda pilihan. Kita memilih calon presiden, calon wakil presiden, dan legislatif tetap harus dalam rangka menjaga kerukunan bangsa," katanya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved