Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Hasto Ungkap Alasan Jokowi Ingin Ivan Pimpin TKD Sumut

Yoseph Pencawan
20/10/2018 19:00
Hasto Ungkap Alasan Jokowi Ingin Ivan Pimpin TKD Sumut
( ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

WAKIL Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Herry Lontung, resmi melantik Tim Kampanye Daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Sumatra Utara, di salah satu hotel di kawasan Polonia, Medan, pada Sabtu (20/10) sore.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Amin di Sumatra Utara diketuai oleh Ivan Iskandar Batubara. Dalam kesehariannya, selain sebagai seorang pengusaha, Ivan juga menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut.

Menurut Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto, pemilihan Ivan Iskandar Batubara sebagai Ketua TKD Sumut adalah keinginan Jokowi sendiri dan setelah melalui pertimbangan yang matang.

"Dalam pertemuan di Korea Selatan, Ivan Iskandar Batubara sudah ditugaskan khusus oleh Pak Jokowi," ungkapnya seusai pelantikan TKD Sumut.

Ketika itu, lanjut Hasto, Ketua Tim Kampanye Nasional Eric Thohir melaporkan kepada Jokowi bahwa di Sumatra Utara ada sosok muda yang siap berkeringat memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam kontestasi Pemilihan Umum Presiden 2019.

Sosok Ivan juga dinilai Eric siap bergandengan tangan dengan seluruh tokoh, partai politik dan dengan seluruh relawan, yakni Ivan Iskandar Batubara.

Sebelumnya, Hasto juga mengungkapkan bahwa saat bertemu dengan Joko Widodo, Ketua NasDem Sumut yang juga mantan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi diingatkan untuk tidak melupakan Pantai Timur. Dan kemudian, Tengku Erry bersama dengan Ivan Iskandar Batubara diperintahkan khusus oleh Jokowi untuk menggarap lumbung suara di Pantai Timur.

Pada kesempatan itu, Hasto juga mengatakan hari ini bertepatan dengan empat tahun pemerintahan Joko Widodo. Pada awal pemerintahan Jokowi direncanakan dalam waktu enam bulan sudah mampu melakukan konsolidasi politik nasional.

"Namun berbagai politik penghadangan ditujukan kepada Jokowi. Seluruh kekuatan politik pengusung Jokowi saat itu tidak mendapatkan kesempatan untuk memperkuat legitimasi rakyat, hadir di pimpinan-pimpinan dan alat kelengkapan dewan," paparnya.

Namun, dia bersyukur saat ini Golkar dan PPP sudah bergabung dalam koalisi pendukung pemerintah. Dengan demikian, katanya, efektivitas pemerintahan Jokowi sebenarnya hanya tiga tahun karena satu tahun diperlukan untuk melakukan konsolidasi politik.

Namun dalam waktu tiga tahun berbagai capaian sudah dilakukan dengan sangat baik. Yang mana kunci dari keberhasilan tersebut adalah membangun peradaban politik di Indonesia dengan menghadirkan kekuasaan sampai ke pintu-pintu rakyat.

"Mana ada Presiden yang blusukan seperti itu. Ada yang mengkhawatirkan dengan alasan keamanan, padahal takut berpanas-panasan dengan rakyat. Ada yang berlindung di balik Paspampres, tetapi kalau Jokowi menyatu dengan rakyat," kata Hasto. (OL-1)  

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya