Sabtu 13 Oktober 2018, 13:30 WIB

Pemprov Bali Sukses Suguhkan Atraksi Budaya bagi Delegasi IMF-WB

Arnoldus Dhae | Nusantara
Pemprov Bali Sukses Suguhkan Atraksi Budaya bagi Delegasi IMF-WB

ANTARA

 

RIBUAN delegasi dari 189 negara yang sedang mengikuti Pertemuan Tahunan International Monetery Fund dan World Bank (IMF-WB) yang digelar di Nusa Dua Bali disuguhi atraksi budaya Bali dalam acara Karnaval Kebudayaan IMF-WB 2018 yang digelar di Nusa Dua Bali, Jumat (12/10). 

Karnaval Kebudayaan tersebut disuguhkan oleh Pemerintah Provinsi Bali yang khusus dipertunjukan bagi para delegasi IMF-WB. 

Berbagai jenis atraksi budaya yang berasal dari seluruh kabupaten di Bali dengan kekhasaanya masing-masing ditampilkan di hadapan para peserta IMF-WB. 

Presiden Jokowi dan Gubernur Bali Wayan Koster hadir menyaksikan karnaval budaya tersebut. 

Sementara beberapa kepala negara lainnya, kepala pemerintahan, para gubernur bank, para menteri keuangan, para CEO berbagai perusahan besar dunia juga ikut menghadiri karnaval budaya tersebut.

Menurut Koster, Pemerintah Indonesia melalui Pemprov Bali menggelar Karnaval Budaya bertemakan “The Life and Economy of Bali” di kawasan ITDC, Nusa Dua.

Ia mengakui, sebenarnya atraksi budaya itu merupakan permintaan Presiden Jokowi beberapa bulan lalu saat mengikuti Pesta Kesenian Bali. Saat itu Jokowi minta agar pentas seni yang sama agar ditampilkan dalam Karnaval Budaya dalam IMF-WB. Itulah sebabnya, Presiden Joko Widodo menonton tiap atraksi yang disuguhkan oleh para seniman. 

"Dalam setiap atraksi budaya yang dipentaskan, saya langsung tentang makna upacara dalam atraksi itu yang menggambarkan kehidupan masyarakat Bali beseta ritualnya dari baru lahir hingga meninggal," ujar Koster, Sabtu (13/10).

Menurut Koster, karnaval budaya berjalan sesuai rencana. Jokowi membuka karnaval dengan membunyikan Okokan. Seluruh atraksi budayaa tersebut, menggambarkan tentang keragaman, kemegahan dan keagungan budaya Bali. 

Tema karnaval ini juga menurutnya mengandung arti ritual siklus hidup (Rites of Passage) masyarakat Hindu di Bali, dari lahir hingga kematian. Koster menjelaskan keunikan Bali dengan beragam adat-istiadat, budaya serta alam yang indah, sehingga Bali memiliki berbagai julukan, The Island of Gods, The Last of Paradise, serta The Island  of Love. 

Orang nomor satu di Bali ini juga menambahkan tata kehidupan orang Bali yang harmonis tidak lepas dari filosofi Tri Hita Karana, yaitu hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia serta manusia dengan alam. 

Karnaval tersebut menyuguhkan atraksi yang sangat menarik dan dikemas dalam sajian ritual keagamaan dari manusia baru lahir hingga meninggal. 

Adapun ritual-ritual tersebut dari bayi kepus puser, upacara tiga bulanan, upacara Ngeraja Sewala atau upacara beranjak dewasa yang biasanya dilakukan saat anak berusia 14 tahun. Berikutnya adalah upacara potong gigi, upacara pernikahan dengan mengusung adat Bali timur, dan terakhir upacara Ngaben dengan tampilan Bade, Lembu beserta Naga Banda. (OL-3)

Baca Juga

AFP/AGUNG SUPRIYANTO

Merapi Keluarkan 84 Kali Lava Pijar Selama 12 Jam

👤Agus Utantoro 🕔Rabu 20 Januari 2021, 07:48 WIB
Pos  Pengamatan Gunung Merapi mencatat, selama 12 jam dari Selasa (19/1) pukul 18,00 WIB sampai Rabu (20/1) pukul 06.00 WIB, Gunung...
Dok Humas Pemprov Kalimantan Selatan

209.884 Hektar Lahan Pertanian di Kalsel Rusak

👤Denny Susanto 🕔Rabu 20 Januari 2021, 07:27 WIB
Dewan Pengurus Serikat Petani Indonesia (SPI) Kalimantan Selatan mencatat ada 209.884 hektar lahan pertanian pangan yang mengalami...
ANTARA/Bayu Pratama S

BI Kaji Dampak Ekonomi Banjir Kalsel

👤Denny Susanto 🕔Rabu 20 Januari 2021, 07:16 WIB
Kalsel diprediksi akan mengalami lonjakan inflasi yang cukup tinggi pada triwulan pertama...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya