Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

15 Hektare Tanaman Bawang Merah Gagal Panen

Agus Utantoro
04/8/2018 19:35
15 Hektare Tanaman Bawang Merah Gagal Panen
(ANTARA/Hendra Nurdiyansyah)

KEPALA Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten  Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Pulung, Sabtu (4/8) membenarkan, setidaknya 21 hektare lahan pertanian yang ditanami padi dan bawang merah terendam air  payau (campuran air laut dan air tawar) akibat tersumbatnya muara  sungai di Samas, Bantul.

Ia memenyatakan banjir yang merendam lahan pertanian pesisir akibat  luapan air muara sungai di wilayah Pantai Samas pada akhir Juli hingga  awal Agustus ini terjadi lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Menurut dia, kejadian semacam itu, memang hampir setiap tahun terjadi,  namun untuk besar-kecilnya luapannya berbeda-beda. "Dan kali ini waktunya relatif lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Biasanya, ujarnya kejadian semacam ini berlangsung pada September, namun kali ini sudah terjadi sejak awal Juli. 

Pulung mengemukakan,  air muara sungai di kawasan Pantai Samas sejak  akhir Juli hingga awal Agustus ini karena ketinggian air laut selatan  naik, sehingga aliran air sungai tidak dapat mengalir ke laut, namun  meluap di sekitar muara.

Dikatakan, kejadian ini adalah musibah. Karena fenomena alam di pesisir  pantai selatan Bantul terjadi lebih cepat maka tanaman milik petani yang  masih dalam proses berbuah terendam. Kejadian ini tidak diduga petani  maupun pemerintah daerah.

"Sebenarnya lahan pertanian di kawasan Baros sudah diperhitungkan dengan  kondisi alam seperti itu, dan petani sudah pintar, sudah antisipasi agar  September tidak ada tanaman, namun feneomena alam maju, sehingga  terendam sebelum waktu panen," katanya. 

Pulung juga mengatakan, berkaitan dengan lahan pertanian terutama bawang  merah yang terendam banjir air payau, dipastikan sudah tidak dapat  dipanen karena meluapnya air muara sungai. 

"Ada 15 hektare bawang merah  yang terdampak, jelas sudah tidak dapat dipanen, dan nanti tinggal buat berita acara puso (gagal panen), saya dan teman-teman sudah lihat di  lapangan. Dan ini musibah karena fenomena alam," katanya. (A-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Agus Triwibowo
Berita Lainnya