Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Pulung, Sabtu (4/8) membenarkan, setidaknya 21 hektare lahan pertanian yang ditanami padi dan bawang merah terendam air payau (campuran air laut dan air tawar) akibat tersumbatnya muara sungai di Samas, Bantul.
Ia memenyatakan banjir yang merendam lahan pertanian pesisir akibat luapan air muara sungai di wilayah Pantai Samas pada akhir Juli hingga awal Agustus ini terjadi lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Menurut dia, kejadian semacam itu, memang hampir setiap tahun terjadi, namun untuk besar-kecilnya luapannya berbeda-beda. "Dan kali ini waktunya relatif lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya," katanya.
Biasanya, ujarnya kejadian semacam ini berlangsung pada September, namun kali ini sudah terjadi sejak awal Juli.
Pulung mengemukakan, air muara sungai di kawasan Pantai Samas sejak akhir Juli hingga awal Agustus ini karena ketinggian air laut selatan naik, sehingga aliran air sungai tidak dapat mengalir ke laut, namun meluap di sekitar muara.
Dikatakan, kejadian ini adalah musibah. Karena fenomena alam di pesisir pantai selatan Bantul terjadi lebih cepat maka tanaman milik petani yang masih dalam proses berbuah terendam. Kejadian ini tidak diduga petani maupun pemerintah daerah.
"Sebenarnya lahan pertanian di kawasan Baros sudah diperhitungkan dengan kondisi alam seperti itu, dan petani sudah pintar, sudah antisipasi agar September tidak ada tanaman, namun feneomena alam maju, sehingga terendam sebelum waktu panen," katanya.
Pulung juga mengatakan, berkaitan dengan lahan pertanian terutama bawang merah yang terendam banjir air payau, dipastikan sudah tidak dapat dipanen karena meluapnya air muara sungai.
"Ada 15 hektare bawang merah yang terdampak, jelas sudah tidak dapat dipanen, dan nanti tinggal buat berita acara puso (gagal panen), saya dan teman-teman sudah lihat di lapangan. Dan ini musibah karena fenomena alam," katanya. (A-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved