Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 20 mahasiswa dan tiga profesor dari University of Newcastle, Australia, ambil bagian dalam aksi menanam pohon mangrove di Pulau Curiak, di tengah Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Tanaman mangrove yang ditanam adalah jenis rambai (Sonneratia caseolaris) yang merupakan sumber makanan kera hidung panjang bekantan (Nasalis larvatus).
Aksi tanam pohon mangrove tersebut dilakukan bersama Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Sahabat Bekantan Indonesia (SBI), Pena Hijau Indonesia, dan siswa GIBS. Kehadiran mahasiswa dari 'Negeri Kanguru' merupakan bagian dari New Colombo Plan; Biodiversity Proboscis Monkey and Orang Utan Program in Borneo. Mereka melakukan penelitian terkait perilaku dan habitat bekantan di Kalimantan Selatan.
Ketua Sahabat Bekantan Indonesia, Amalia Rezeki mengatakan, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi Kalsel untuk lebih menyosialisasikan pentingnya menjaga habitat asli primata endemik Kalimantan tersebut.
"Kita bersama-sama menanam pohon Rambai, yang merupakan habitat Bekantan untuk hidup dan berkembang biak," ungkap Amalia, Jumat (6/7).
Prof Michael dari University of Newcastle Australia, mengatakan pihaknya datang ke Kalimantan guna melihat langsung habitat asli bekantan.
"Hutan mangrove merupakan habitat asli Bekantan. Kita bersama-sama membangun habitat asli bagi bekantan," ujarnya.
Mahasiswi University of Newcastle Australia Tiara mengatakan, hutan mangrove yang tumbuh di kawasan Pulau Curiak harus dijaga kelestariannya, sehingga bekantan bisa berkembang biak dengan baik. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved