Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Ketua Panwaslih Taput Mengaku Diintimidasi Massa Paslon Taripar-Frengky

Antara
29/6/2018 22:30
Ketua Panwaslih Taput Mengaku Diintimidasi Massa Paslon Taripar-Frengky
(Ilustrasi--thinkstock)

KETUA Panitia Pengawas Pemilihan Tapanuli Utara, Sardion Situmeang, mengaku diintimidasi oleh massa yang melakukan unjuk rasa ke Komisi Pemilihan Umum setempat karena merasa tidak puas dengan atas hasil Pemilihan Kepala Daerah itu yang diindikasikan adanya kecurangan oleh salah satu pasangan calon.

"Saya bersama teman panwaslih lainnya dipaksa dibawah tekanan untuk menandatangani dan membacakan tuntutan massa yang telah disusun oleh pendemo," katanya di Tarutung, Jumat (29/6).

Saat aksi massa tersebut berjalan, keduanya sedang berada di Kantor KPU Taput, pada 28 Juni 2018, dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB.

Disebutkan, lembar tuntutan massa disodorkan oleh tim pemenangan pasangan calon nomor Taripar-Frengky.

Dalam lembaran tersebut tercantum 15 poin tuntutan diantaranya, ditemukannya poster calon petahana di tiap rumah penduduk yang melebihi jumlah sesuai ketetapan namun dibiarkan oleh KPU maupun panwas.

Juga ditemukannya kotak suara dalam keadaan kosong dan terbuka, dan adanya penambahan surat suara di Desa Sipultak Kecamatan Pagaran.

Namun ia memastikan surat tuntutan yang ia tandatangani tersebut tidak ada legalitasnya, sebab tidak memiliki kop surat.

"Setelah keinginan massa itu kami turuti, kami berdua pun akhirnya diperbolehkan pulang meninggalkan kantor KPU Taput," katanya. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya