Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Tim Asyik Ragukan Hasil Hitung Cepat Lembaga Survei

Bayu Anggoro
28/6/2018 19:30
Tim Asyik Ragukan Hasil Hitung Cepat Lembaga Survei
(ANTARA)

TIM Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) meragukan hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei yang menyatakan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) sebagai pemenang Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Pasalnya, pada saat yang sama, kubu pasangan nomor urut 3 itu juga melakukan dua hitung cepat dengan hasil yang berbeda dengan seluruh lembaga survei.

Tim IT Partai Gerinda untuk Pilgub Jabar, Rizaldy Danar Priambodo, mengatakan, pihaknya melakukan hitung cepat dengan sampel 1.068 tempat pemungutan suara (TPS). Dari hasil pertama ini, diketahui pasangan Asyik memeroleh 30,69%, mengungguli Rindu yang mendapat 30,44%.

"Berbeda 0,2%. Dengan margin of error 3%," katanya di Bandung, Kamis (28/6).

Sedangkan pada hitung cepat kedua terhadap 600 TPS dengan margin of error 4%, pasangan Asyik memeroleh 31,7%, disusul Rindu 30,6%. Dari kedua hasil hitung cepat ini, pihaknya belum bisa memastikan siapa pemenang Pilgub Jabar ini.

"Karena selisihnya tipis. Jadi kami belum berani mengklaim sebagai pemenang," katanya.

Lebih lanjut, dia mengkritisi metode hitung cepat lembaga survei yang telah menyatakan pasangan Rindu sebagai pemenang. Sebab, menurut dia, hampir seluruhnya mengklaim tingkat kesalahan (margin of error) sekitar 1%.

Padahal, tambah dia, seluruh lembaga survei itu hanya menggunakan sekitar 300 TPS sebagai sampel. Dengan jumlah seperti itu, menurutnya, sangat sulit jika margin of error-nya 1%.

"Kalau sampel 300 itu margin of error-nya 7%. Kalau 600, 4%," katanya seraya menyebut nama-nama lembaga survei yang diragukannya itu seperti LSI Denny JA, Poltracking, dan Charta Politica.

Selain itu, dia juga mempertanyakan kompetensi lembaga survei yang melakukan hitung cepat Pemilu Gubernur Jawa Barat 2018 ini. Pasalnya, lembaga tersebut pun berkali-kali melakukan survei yang hasilnya jauh berbeda dengan hasil hitung cepat kemarin.

"Saat mereka survei, suara Asyik hanya 1 digit, tapi kemarin di quick count, hasilnya 29%," katanya.

Dengan begitu, dia sangat meragukan integritas dari lembaga survei yang telah melakukan hitung cepat. Dia pun menduga hasil-hasil ini hanya untuk menggiring opini publik terkait pemenang kontestasi tersebut.

"Ada pihak yang ingin men-drive opini publik, bahwa hasil quick count ini benar," katanya.

Sementara itu, Rizaldy pun mempertanyakan kondisi pusat data KPU Provinsi Jawa Barat yang menurutnya sering tidak stabil.

"Website KPU Jabar sering down, terus dipindahkan ke KPU pusat. Tapi (situs) KPU pusat juga sering down," katanya.

Ketua KPU Provinsi Jawa Barat membantah adanya adanya gangguan pada pusat data KPU. Komisioner KPU Provinsi Jawa Barat, Ferdhiman Bariguna, mengatakan, kondisi pada laman KPU ini cukup wajar karena tengah memasukkan data dalam jumlah yang besar.

Bahkan, menurutnya, kesulitan akses laman ini disebabkan adanya gangguan di peladen laman KPU Pusat.

"Tapi sekarang sudah normal," katanya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya