Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
TRADISI Gerebeg Syawal Keraton Surakarta selalu menjadi peristiwa yang selalu dinanti oleh ratusan kawulo Solo maupun para turis yang sedang berlibur menikmati Lebaran di kota pusaka Jawa Tengah ini.
"Saya sejak umur 16 tahun hingga hampir 50 tahun ini selalu menunggu prosesi tradisi dua gunungan makanan dari Raja Kasunanan setiap usai Lebaran. Kesempatan berebut berkah dari keraton," papar Kasdi, warga Delanggu,Klaten, Sabtu (16/6), saat membaur bersama ratusan warga di halaman kompleks Masjid Agung surakarta.
Ya, perayaan tradisi mengarak dua gunungan makanan yang selalu digelar Keraton Surakarta sehari setelah Salat Idul Fitri ini, merupakan ungkapan syukur dari raja dan keluarga besar keraton.
"Tradisi syawalan dengan dua gunungan makanan ini merupakan ungkapan syukur bagi umat Islam usai menjalani ibadah puasa selama sebulan," tutur KGPH Dipokusumo, adik Raja PB XIII.
Menurut dia, pelaksanaan Gerebeg Syawal kali ini tergolong istimewa. Sebab, melalui tradisi inilah, masyarakat umum bisa mengikuti secara langsung prosesi upacara adat tersebut.
"Ini menunjukkan, keraton dan masyarakat sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan, " imbuu Pengageng Keraton Surakarta ini.
Dalam proses adat pada Sabtu pagi itu, dua gunungan dikirab mulai Puri Kamandungan Keraton menuju Masjid Agung, untuk didoakan oleh ulama keraton.
Usai didoakan, Gunungan Jaler yang berisi hasil bumi berupa sayur-sayuran dan lauk-pauk, seperti kacang panjang, terong, tebu, telur, cabai merah, wortel, dan jeruk langsung menjadi rebutan warga dan para turis.
Sementara itu, Gunungan Istri yang berisi intip, rengginang dengan dilengkapi bendera merah putih, kembali diarak menuju Puri Kamandungan untuk diperebutkan para abdi dalem Keraton. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved