Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPAL Patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) milik Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar terus mencari korban tenggelamnya kapal nelayan KM. Arista di perairan Pulau Khayangan sekitar Makassar, yang belum ditemukan.
Kepala Syahbandar Utama Makassar Victor Viki Subroto mengatakan bahwa hingga pukul 18.00 WITA, dua unit Kapal Patroli KPLP yang telah tergabung dengan tim SAR terus melakukan pencarian korban.
"Kapal KM. Arista jenis Jolloro dengan berat GT.6 bertolak dari Pelabuhan Paotere pada (13/6) pukul 13.30 WITA dengan tujuan Pulau Barrang Lompo dan tenggelam di perairan Pulau Khayangan," kata Victor dalam keterangan pers, Rabu (13/6).
Dia menegaskan bahwa kapal biasanya memuat ikan, tapi pada saat kejadian kapal itu mengangkut penumpang yang akan berbelanja keperluan Lebaran ke Makassar.
"Tentunya karena KM. Arista itu bukan kapal penumpang maka tidak ada manifest penumpang sehingga kapal tersebut berangkat tanpa Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dan berangkatnya tanpa sepengetahuan kami selaku regulator di Pelabuhan," ujar Victor.
Victor menyesalkan kejadian tersebut terjadi, mengingat selama ini pemerintah terus menerus menyosialisasikan pentingnya keselamatan pelayaran kepada masyarakat.
"Tentunya kami prihatin dan menyampaikan turut berduka cita atas jatuhnya korban tenggelamnya kapal KM. Arista."
Adapun jumlah penumpang yang diangkut belum dapat dipastikan namun informasi dari pemilik kapal pada saat itu memuat sekitar 30 penumpang.
"Kami tidak tahu berapa kepastian jumlah penumpang yang diangkut oleh kapal tersebut karena tidak adanya manifest. Namun demikian, kami terus melakukan pencarian korban kapal tersebut yang belum ditemukan," ujar Victor.
Dia pun mengatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan pengawasan terhadap aspek keselamatan kapal-kapal di Pelabuhan Makassar. Tidak ada toleransi terhadap kekurangan dalam aspek keselamatan pelayaran yang musti dipenuhi sebelum berangkat.
"Semoga ke depan tidak lagi ada kecelakaan serupa. Tidak bosan-bosannya kami memberitahukan kepada masyarakat agar selalu taati peraturan, jangan menggunakan kapal yang bukan peruntukannya dan laporkan kepada petugas di lapangan bila ditemukan adanya kendala atau permasalahan," kata Victor. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved