Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Toleransi di Jawa Barat Membanggakan

Bayu Anggoro
03/5/2018 16:40
Toleransi di Jawa Barat Membanggakan
((MI/BENNY BASTIANDY)

CALON wakil gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, menolak jika Jawa Barat disebut sebagai daerah dengan kasus intoleransi tertinggi. 

Hal ini diungkapkannya saat menjawab pertanyaan panelis di uji publik kandidat gubernur/wakil gubernur Jawa Barat yang digelar Universitas Padjajaran, di Bandung, Kamis (3/5).

Dalam kesempatan itu, Uu menjadi satu-satunya kandidat yang hadir. Menurut Uu, kerukunan warga di Jawa Barat berjalan dengan baik tanpa persoalan berarti.

Dia menjamin setiap masyarakat dari latar belakang apapun bisa dengan bebas menjalankan aktivitasnya di Jawa Barat. "Saya tidak sependapat kalau Jawa Barat punya intoleransi tertinggi. Yang saya rasakan, kehidupan di Jawa Barat aman, damai," katanya.

Dia menyontohkan, Kabupaten Tasikmalaya yang dipimpinnya sempat dituduh sebagai daerah yang intoleransi. Padahal, saat itu yang terjadi hanya adanya peraturan daerah yang mengedepankan keislaman di dalam kandungannya.

"Cuma ada perda, yang visi misinya Tasikmalaya religius, Islami, maju, dan mandiri. Mungkin di daerah lain pun seperti itu adanya," ujarnya.

Dia menambahkan, kalaupun terjadi percikan, jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding kerukunan dan kedamaian yang sudah tercipta sejak lama.

"Adapun ormas-ormas yang dianggap membuat gerakan-gerakan yang mendiskreditkan, itu hanya segelintir. Itu juga bukan intoleran," katanya.

Meski begitu, menurutnya sangat penting untuk ditanamkan nilai-nilai kebersamaan di setiap masyarakat. Hal ini diyakini mampu meningkatkan rasa toleransi dan saling menghormati di tengah-tengah majemuknya  warga.

Dia menyebut, pemahaman nilai-nilai agama dan Pancasila sangat diperlukan agar masyarakat mampu menjaga nilai-nilai kebersamaan dan persatuan. "Untuk meningkatkan toleransi, tingkatkan pemahaman agama warga. Insya Allah toleransi di Jawa Barat tinggi," katanya.

Hal ini sudah dipahami oleh dirinya bersama Ridwan Kamil dengan mengusung program keagamaan ketika terpilih kelak. "Makanya kami punya program juara dalam bidang agamanya. Karena kalau pemahaman agama sepotong-potong, itu berbahaya," katanya.

Selain itu, dia pun akan meningkatkan pemahaman nilai-nilai Pancasila di masyarakat khususnya generasi muda. Menurutnya, pelajaran Pancasila sangat ampuh untuk melawan perilaku intoleransi. 

"Pelajaran Pancasila harus ditularkan. Mungkin hari ini sudah dianggap hal tidak penting, sehingga terjadi pergeseran-pergeseran pola pikir," katanya.

Melalui pemahaman nilai-nilai Pancasila, dia meyakini jiwa kebangsaan, patriotisme, dan nasionalisme akan tumbuh dengan kuat di setiap masyarakat. "Waktu kuliah dulu, saya ikut penataran P4. Makanya toleransi saya tangguh," katanya seraya menyebut agama dan Pancasila merupakan benteng yang kokoh untuk melawan perpecahan bangsa. (A-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Agus Triwibowo
Berita Lainnya