Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

3.000 Ton Lada Babel bakal Diekspor ke Lima Negara

Rendy Ferdiansyah
24/4/2018 21:10
3.000 Ton Lada Babel bakal Diekspor ke Lima Negara
(FOTO ANTARA/Gatot Arifianto)

SEBANYAK 3000 ton lada putih asal Provinsi Bangka Belitung (Babel) yang dikenal dengan nama 'Muntok White Piper' akan diekspor ke lima negara.

Kepastian eskpor lada Babel itu tertuang dalam penandatangan kerja sama yang disaksikan langsung Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dan Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan.

Enggartiasto mengapresiasi kerja sama tersebut dan berjanji akan mendukung ekspor lada Babel ke berbagai negara. Bahkan, kata dia, dalam waktu dekat akan dibentuk asosiasi ekspor lada.

"Selama ini asosiasi antara ada dan tiada, ada ketika untuk keuntungan sendiri tapi tiada dalam beberapa kegiatannya, makanya kalau enggak juga kita bentuk sendiri dalam upaya mendorong ekspor lada, melindungi petani tetapi dengan seleksi kualitas yang dijaga," kata Enggar.

"Kemendag akan berkoodinasi dengan Disperindag di kabupaten/kota dan provinsi untuk menghasilkan lada yang kualitasnya terjaga dan juga upaya meningkatkan ekspor kita," lanjutnya.

Gubernur Babel Erzaldi Rosman mengatakan, dengan MoU itu diharapkan nantinya harga lada Babel juga bisa lebih bagus melalui perdagangan era digital yang menuntut konsumen dan produsen yang lebih cerdas.

"Komoditi lada tak hanya ingin konsumen cerdas tapi juga produsen lada
cerdas. Mudah-mudahan harga yang dihasilkan adalah harga cerdas pula, mengingat beberapa waktu kita mendapatkan harga kurang baik," kata Gubernur.

Melalui perdagangan era digital, Gubernur juga berharap perdagangan komoditas lada di Babel bisa semakin mudah cepat dan tentunya memiliki pangsa pasar yang lebih luas.

Sementara itu CEO PT MTM Bersatu Sukses Singapura, Nazarisham Mohamed Isa menyebutkan, kerja sama itu merupakan langkah awal lada Babel merambah Singapura, Thailand dan beberapa negara lainnya.

"Lada yang dikirim adalah lada yang kualitasnya super, sudah diolah dan tidak tercemar kimia atau bakteri, gradenya bagus," sebutnya seusai penandatanganan kontrak.

Rencananya, sebanyak 3.000 ton lada akan diekspor dengan tahap awal ke Thailand 45 ton. Ke depan tak menutup kemungkinan bisa lebih meningkat seiring kebutuhan lada di Singapura dan beberapa negara yang terus meningkat.

"Yang terpenting harga yang didapat petani bisa lebih baik dari sekarang ini," imbuhnya, tanpa menyebutkan angka pasti harga beli lada ini.

Selain investasi pada sektor lada, perusahaan ini juga akan berinvestasi di sektor lainnya seperti resort, listrik, peternakan sapi dan karantina. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya