Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KUNJUNGAN wisatawan ke Bali pascabencana Gunung Agung beberapa bulan lalu ternyata belum pulih benar. Buktinya, jumlah kunjungan untuk triwulan pertama ke Bali masih minus, jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Humas Bali Tourism Board (BTB) Gilda Sagrado, menjelaskan hampir seluruh pasar potensial wisatawan ke Bali belum menunjukkan peningkatan kunjungan yang signifikan. "Pada triwulan pertama tahun 2018 memang belum naik, atau hampir semuanya pasar baik di Eropa, Amerika, Asia, semuanya masih minus. Recovery persoalan bencana Gunung Agung belum pulih benar sehingga kunjungan wisatawan pada triwulan pertama masih minus," ujar Gilda di Denpasar, Senin (23/4).
Gilda mencontohkan, salah satu pasar andalan Bali selama ini adalah Tiongkok. Namun kunjungan ke Bali tetap saja belum pulih atau masih minus ketimbang tahun sebelumnya.
Kunjungan pada triwulan pertama tahun 2017 lalu asal Tiongkok misalnya sudah mencapai 396.134 orang. Sementara triwulan pertama tahun 2018 wisawatan asal Tiongkok baru mencapai 301.690 orang.
"Jadi jangan dulu berpikir naik, karena ternyata masih di bawah 30% bila dibandingkan dengan tahun 2017 lalu," ujarnya.
Dugaan sementara, saat bencana Gunung Agung yang membuat Bandara Ngurah Rai tutup beberapa hari, banyak agen perjalanan dari pasar potensial Tiongkok mengubah destinasi ke beberapaa negara lain. Kalau pun ke Indonesia, para wisatawan tidak sampai di Bali. Kondisi ini masih berlangsung lama sehingga belum pulih benar.
Diharapkan dalam triwulan kedua jumlah kunjungan ke Bali akan pelan- pelan naik. Sampai sejauh ini seluruh stakeholder pariwisata di Bali terus bekerja giat untuk memulihkan situasi dan kondisi di Bali dengan berbagai cara.
Penjelasan melalui agen perjalanan, melalui media, melalui beberapa konsulat negara-negara yang ada di Bali juga sudah dilakukan. "Upaya promosi, penjelasan yang meyakinkan pasar potensial di beberapa negara Eropa, Amerika, Asia, Australia juga terus dilakukan. Makanya kita optimistis, kondisi ini akan pulih dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi," ujarnya. (A-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved