Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Pemprov Babel Kebut Perekaman KTP-E

Rendy Ferdiansyah
03/4/2018 20:10
Pemprov Babel Kebut Perekaman KTP-E
(MI/ BARY FATHAHILAH)

DINAS Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) menyebutkan di Kabupaten Bangka setidaknya ada 10.368 warga yang belum melakukan perekaman KTP-E.

Kepala DP3ACSKB Babel, Susanti Mengatakan hingga Februari 2018, dari tiga daerah yang akan melaksanakan Pilkada, Bangka merupakan daerah yang paling banyak belum melakukan perekaman KTP-E.

"Tahun ini, Pangkalpinang, Bangka dan Belitung akan melaksanakan Pilkada Serentak, di Kabupaten Bangka dari wajib KTP 221.732 orang, 10.368 orang belum melakukan perekaman sedangkan untuk Belitung dari 117.226 orang wajib KTP, 2.950 orang belum rekam," kata Susanti.

"Kalau untuk Pangkalpinang wajib KTP,146.037 orang tapi yang rekam sudah mencapai 147.339 orang atau sudah mencapai 100,89 persen," ujarnya. 

Nah, lanjutnya untuk di Bangka khususnya karena masih banyak masyarakat yang wajib KTP tetapi belum melakukan perekaman, Pihaknya menargetkan sebelum pilkada serentak semuanya selesai, termasuk Belitung.

"Kita targetkan Bangka dan Belitung ini, sebelum pilkada serentak perekamannya selesai," ungkap dia.

Untuk merealisasikan perekaman KTP-E itu, di utarakannya, petugas di Dukcapil masing-masing kabupaten/kota melakukan berbagai upaya, termasuk jemput bola ke masyarakat yang tidak bisa datang ke kantor kecamatan.

"Seperti yang sudah tua,atau disabilitas kita datangi, kita bawa perlengkapan perekaman direkam datanya di kediaman mereka, sehingga semua bisa terekam," ulasnya.

Selain itu, petugas juga menyisir dimana saja yang masih terdapat masyarakat yang belum merekam e-KTP, dan akan dipetakan untuk kemudian diberikan pelayanan kemudahan dalam perekaman.

"Apalagi dengan gerakan Gisak (gerakan Indonesia sadar administratif kependudukan) baik petugas dan masyarakat diminta sadar dalam data kependudukan ini, karena sama-sama berkepentingan," imbuhnya.(A-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Agus Triwibowo
Berita Lainnya