Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Nilai kebangsaan Harus Sentuh Siswa Didik

Lina Herlina
03/4/2018 18:15
Nilai kebangsaan Harus Sentuh Siswa Didik
(ilustrasi--thinkstock)

SEBANYAK 100 tenaga pendidik, baik dosen, guru, dan widyaiswara di Provinsi Sulawesi Selatan menjadi sasaran Lemhanas RI untuk mengikuti Pelatihan untuk Pelatih (Training of Trainers) Nilai-nilai Kebangsaan.

Deputi Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan Lemhanas RI, Laksaman Muda Dedy Yulianto, saat membuka kegiatan tersebut di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/4) mengatakan, tujuan kegiatan ini, agar semua peserta yang hadir, bisa menampilkan sikap cermat, empati, terbuka. Peserta memiliki komitmen untuk mewujudkan nilai-nilai kebangsaan yang efektif, inivatif dan kreatif, agar selalu selaras dengan perkembangan zaman, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, dan utamanya di lingkungan pendidikan tempat bertugas.

"Ada 4 materi dasar yang diberikan yaitu wawasan nusantara, ketahanan nasional, kepemimpinan nasional dan kewaspadaan nasional. Juga materi utama yang terkait wawasan kebangsaan, UUD, Pamcasila dan Bhineka Tunggal Ika," seru Dedy.

Setelah pelatihan ini, diharapkan para peserta setelah mendapatkan fasilitasi dan pelatihan, bisa membantu untuk menyebarluaskan ke masyarakat mengenai pentingnya menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan tersebut.

Sementara itu, Budayawan Anhar Gonggong yang menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut menegaskan, nilai-nilai kebangsaan serta fungsi pendidikan itu akan selalu berjalan terus menyesuaikan dengan perkembangan keadaan dan tantangan yang dihadapi.

Optimisme yang dimiliki genarasi muda saat ini termasuk kepeduliannya kepada lingkungan adalah contoh konkret masih adanya nilai kebangsaan dalam diri mereka. "Hal inilah, yang harus dipupuk. Maka para pendidik perlu dibekali untuk selanjutnya, mereka teruskan ke peserta didik," kata Anhar.

Fungsi pendidikan akan berjalan terus. Pendidikan akan berpikir bagaimana menyempurnakan menghadapi tantangan. Setiap masa, setiap generasi akan mempunyai tantangannya sendiri-sendiri sehingga dengan demikian, pendidikan selalu berfikir bagaimana untuk menyempurnakan pendidikan itu agar bisa memenuhi tantangan tantangan yang akan dihadapi. (A-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Agus Triwibowo
Berita Lainnya