Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Ekonomi dan Infrastruktur Jadi Tema Debat Cagub-Cawagub NTT

Palce Amalo
03/4/2018 18:05
Ekonomi dan Infrastruktur Jadi Tema Debat Cagub-Cawagub NTT
(MI/PALCE AMALO)

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur (NTT) menetapkan tema untuk debat calon gubernur-calon wakil gubernur (cagub-cawagub) pada pilkada 2018 yang akan digelar, Kamis (5/4).

"Tema debat putaran pertama ialah pembangunan ekonomi dan infrastruktur," kata Ketua KPU NTT Maryanti Adoe di Kupang, Selasa (3/4).

Menurutnya debat akan digelar sebanyak tiga kali. Debat kedua akan digelar pada 8 Mei, dan terakhir pada 23 Juni. Debat disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi nasional.

Empat pasangan gubernur yang akan berdebat ialah Esthon L Foenay-Christian Rotok (Esthon-Chris), Marianus Sae-Emilia Nomleni (MS-Emi), Benny K Harman-Benny A Litelnoni (Harmoni), dan Viktor Bungtilu Laiskodat-Joseph Nae Soi (Victory-Joss).

Untuk pembangunan infrastruktur, calon gubernur Viktor Laiskodat mengatakan untuk menuntaskan pembangunan jalan tersebut dibutuhkan anggaran antara Rp14-Rp15 triliun. Jalan akan dicor beton, diperlebar sampai 12 meter dan hotmix.

Jika jalan sudah diperlebar, transportasi antardesa dengan kota lancar dan cepat, sehingga distribusi hasil bumi ke pasar di kota juga lancar sekaligus mendorong investor untuk berinvestasi di daerah. Saat ini panjang jalan provinsi di NTT 2.850 kilometer, sekitar 1.180 kilometer saat ini dalam kondisi rusak.

Menurut Viktor, setiap tahun, pemerintah daerah hanya mampu membangun satu kilometer jalan provinsi di setiap kabupaten. Akibatnya pembangunan jalan tidak pernah tuntas.

Jika pasangan Victory-Joss terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur NTT, pembangunan infrastruktur jalan dilakukan dengan cara mencicil uang ke pihak ketiga yang digunakan untuk mendanai pembangunan jalan tersebut.

"Undang-undang memberikan peluang kepada kepala daerah untuk mencicil uang ke pihak ketiga. Di NTT hanya Kabupaten Malaka yang membangun jalan di daerahya sekaligus mengunakan uang pihak ketiga," katanya. (A-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Agus Triwibowo
Berita Lainnya