Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Pilkada Bukan Pemicu Peredaran Uang Palsu

Bayu Anggoro
27/3/2018 20:55
Pilkada Bukan Pemicu Peredaran Uang Palsu
(ANTARA)

PELAKSANAAN pemilu kepala daerah dinilai tidak akan memancing pelaku untuk mengedarkan uang palsu (upal). Meski dipastikan perputaran uang akan bertambah, ajang tersebut diprediksi tidak berpengaruh terhadap bertambahnya peredaran upal.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat Kombes Samudi, peredaran uang palsu tidak tergantung oleh momentum apapun, termasuk pemilu. Pelaku akan mengedarkan upal kapan saja selama masih memilikinya.

"Peredaran uang palsu tidak hanya saat pilkada. Uang palsu tidak melihat momentum. Kalau dia (pelaku) sudah punya, dia akan beraksi," katanya di Bandung, Selasa (27/3).

Justru, menurutnya pelaku cenderung meningkatkan produksi upal saat menghadapi hari raya Idul fitri. Saat pemilu, menurutnya tim pasangan calon tidak akan menggunakan upal saat melakukan politik uang untuk menjaga citra kandidat yang diusungnya.

"Pilkada belum tentu memancing peredaran uang palsu. Karena kalau ketahuan memberi uang palsu, nanti tidak akan dipilih," katanya.

Meski begitu, dia memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi peredaran upal. Mengingat cara antisipasi yang terbatas, kepolisian bersama bank terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih hati-hati dan cermat saat menerima uang.

"Sebelum ada laporan, kita sulit mengantisipasi. Kalau sudah ada di masyarakat, baru kita bertindak. Tapi masyarakat juga tidak semua tahu kalau ada uang palsu," katanya seraya menyebut pihaknya belum menemukan adanya peredaran upal di Jawa Barat yang terkait pemilu.

Anggota Panwaslu Kabupaten Bandung, Hedi Ardhia, mengatakan, tren bagi-bagi uang tunai terkait politik uang cenderung menurun seiring ketatnya regulasi. Pelaku baik oknum tim pasangan calon maupun relawan, menurutnya menggunakan modus lain dalam melakukan politik uang.

"Mereka lebih canggih, jadi diganti dengan bagi-bagi sembako, selimut," katanya. 

Dia menjelaskan, regulasi yang ketat cukup ampuh mencegah tim pasangan calon sehingga tidak melakukan bagi-bagi uang tunai. "Tapi ya itu, modusnya diganti," ujarnya seraya menyebut pihaknya belum menemukan kasus bagi-bagi uang tunai pada Pemilu Gubernur Jawa Barat 2018 di Kabupaten Bandung. (A-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Agus Triwibowo
Berita Lainnya