Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Kejari Semarang masih Periksa Kepala BPN

Akhmad Safuan
07/3/2018 13:48
Kejari Semarang masih Periksa Kepala BPN
(Ilustrasi)

KEJAKSAAN Negeri Semarang hingga saat ini masih melakukan pendalaman kasus terkait operasi tangkap tangan Kepala Kantor BPN Kota Semarang bersama seorang Kasubsi dan dua staf. Hingga saat ini, penyidik belum tetapkan tersangka.
Pemantauan Media Indonesia di Semarang, Rabu (7/3) siang, pemeriksaan terhadap terduga suap pengurusan surat tanah yakni Kepala BPN Kota Semarang Sriyono, Kepala Subsi Pemeliharaan Data Pertanahan Windari Rochmawati serta dua staf Jimni dan Fahmi masih berlanjut di Kantor Kejari Kota Semarang.

Tim penyidik Kejari Semarang juga melakukan penggeledahan di rumah kos Windari Rochmawati di Perumahan Wahyu Utomo RT 2 RW 6, Kelurahan Tambak Aji, Ngalian, Semarang dan mengambil beberapa bundel kertas dokumen dan satu karung berwarna coklat.

''Kita masih terus lakukan penyelidikan dan pendalaman, penggeledahan oleh petugas untuk menemukan bukti pendukung dan dapat mengungkap secara jelas kasus ini,'' kata Kepala Kejari Kota Semarang Dwi Samuji.

Kepala Kanwil BPN Jateng Heri Santoso mengatakan kasus OTT tersebut masih terus dipantau, meskipun sebelumnya hal ini sudah banyak aduan dari berbagai pihak dan secara internal sudah dilakukan pemeriksaan terhadap pegawai BPN Kota Semarang tersebut. ''Kita juga sudah sidak dan dituangkan dalan BAP sidak,'' tambahnya.

Bahkan sebelum OTT terjadi, ujar Heri Santoso, sudah direncanakan ada mutasi terhadap pegawai di BPN Kota Semarang yang salah satunya Windari Rochmawati berdasarkan pemeriksaan dan aduan tersebut.

Terkait dengan penangkapan itu, lanjut Heri, Kanwil BPN Jateng terus melakukan pemantauan perkembangan, namun jika sudah ada penetapan maka akan diberikan sanksi tegas sesuai PP No 53. Selain itu, dalam waktu dekat akan ditunjuk pelaksana tugas Kepala Kantor BPN Kota Semarang. ''Tidak boleh ada kekosongan karena ini terkait pelayanan masyarakat,'' ujarnya.(X-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Victor Nababan
Berita Lainnya