Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Ribuan Petani Klaten belum Miliki Kartu Tani

Djoko Sardjono
07/3/2018 13:21
Ribuan Petani Klaten belum Miliki Kartu Tani
(MI/Bagus Suryo)

RIBUAN petani di Klaten belum memiliki kartu tani untuk pembelian pupuk. Namun, petani yang membeli pupuk di kios pengecer secara manual tetap dilayani. Apalagi, mereka yang sudah terdaftar di RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok) Klaten.

"Jadi, pembelian pupuk secara manual saat ini tetap dilayani," kata Kasi Sarpras Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Klaten, Wahyu Wardana, Rabu (7/3).

Saat ini, sekitar 74 ribu dari 84 ribu petani di Klaten sudah memiliki kartu tani. Mereka yang belum mengantongi kartu untuk pembelian pupuk itu lantaran malas mengambil di Bank BRI.

Karena itu, lanjut Wahyu, BRI berinisiatif mengumpulkan petani di lapangan untuk menyerahkan kartu tani kepada mereka yang belum mengambil kartu tani.

"Para petani malas mengambil kartu tani di BRI karena pembelian pupuk bersubsidi secara manual di kios pengecer juga dilayani. Itu dalih mereka," ujarnya.

Tahun ini, Klaten memperoleh alokasi pupuk bersubsidi seperti Urea sebanyak 28.300 ton, SP-36 (2.150 ton), ZA (10.000 ton), NPK (12.500 ton), dan Organik sebanyak 10.500 ton.

Adapun harga eceran tertinggi (HET) per kilogram untuk Urea sebesar Rp1.800, SP-36 (Rp2.000), ZA (Rp10.000), NPK (12.500), dan Organik sebesar Rp500. (X-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Victor Nababan
Berita Lainnya