Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

IP Sanguling Akui Air Sungai Citarum tidak Layak untuk Perikanan

Depi Gunawan
02/3/2018 19:34
IP Sanguling Akui Air Sungai Citarum tidak Layak untuk Perikanan
(MI/DEPI GUNAWAN)

ALIRAN air Sungai Citarum yang menjadi sumber pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Waduk Saguling tertolong dengan program Citarum Harum yang digagas Kodam III/Siliwangi bersama Muspida Jawa Barat karena lebih bisa menghemat biaya dalam pemeliharaan mesin pembangkit listrik di PLTA tersebut.

"Karena sampah-sampah yang mengalir ke sungai Citarum itu akan lebih bersih sebelum masuk ke Saguling, dan mesin pun bisa lebih terpelihara sebab air tidak terhambat oleh sampah dari bagian hulu Citarum," kata General Manajer Indonesia Power (IP) Saguling, Buyung Arianto di Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (2/3).

Meski tidak menyebutkan angka, Buyung mengakui, untuk memelihara mesin agar berusia lebih panjang, pihaknya harus mengeluarkan anggaran yang sangat besar. Anggaran pemeliharaan sebagian besar digunakan untuk membersihkan sampah, eceng gondok, gulma, bahkan limbah pabrik yang menjadi penyebab korosi mesin yang dapat mengurangi usia PLTA.

"Dalam program Citarum Harum, kami memiliki komitmen karena kami juga ikut merasakan. Jadi kami sangat bersyukur, karena sumber energi primer yang langgeng ini bisa semakin langgeng ke depannya karena airnya lebih bersih yang masuk ke kami. Itu yang akan menjadi sumber listrik yang akan dinikmati bersama," tuturnya.

Pencemaran air sungai Citarum yang dihasilkan dari industri ataupun permukiman yang ada di Bandung Raya juga menyebabkan air di sekitar Waduk Saguling sudah tidak layak konsumsi atau sudah dalam keadaan tercemar berat. Bahkan dari hasil penelitian dengan Unpad yang dilaksanakan empat kali setahun, kandungan air sudah termasuk golongan D atau berkategori IV.

"Golongan D ini diartikan air sudah tidak bisa diminum, tidak layak digunakan untuk wisata air dan perikanan. Air hanya bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman tertentu saja dan masih bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan pembangkit listrik," bebernya.

Bendungan sekaligus PLTA Saguling yang beroperasi pada 1985 silam berfungsi sebagai pemasok listrik Jawa-Bali yang dikelola PT Indonesia Power. Dia menyatakan, pihaknya tidak akan diam dalam mengatasi pencemaran air yang bisa memperpendek usia PLTA Waduk Saguling.

"Yang pasti kita tidak diam dalam memperbaiki kondisi ini, contohnya dengan melakukan pembersihan sampah dan lain-lainnya. Kita berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan keberlangsungan bendungan. Tidak adanya penyalahgunaan lahan berpengaruh juga dalam usaha memperpanjang usia waduk," lanjutnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik