Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Niatnya Deklarasi Damai malah Tawuran

Antara
19/2/2018 19:33
Niatnya Deklarasi Damai malah Tawuran
(Ilustrasi--thinkstock)

DEKLARASI damai yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Empat Lawang, Sumatra Selatan, Senin, berujung ricuh antarpendukung.

Hal itu diduga karena masing-masing pendukung merasa tersinggung dengan pernyataan pasangan calon saat memberikan kata sambutan dalam kampanye damai tersebut.

Kejadian itu berawal saat paslon nomor urut 1 David Hadrianto Aljufri dan Eduar Kohar dalam sambutannya mengeluarkan pernyataan yang menyinggung pendukung paslon nomor urut 2 Joncik Muhammad dan Yulius Maulana.

Kondisi ini masih dapat diatasi. Namun, saat giliran paslon nomor urut 2 memberikan sambutan, pendukung paslon lain menyorakinya, bahkan meminta paslon nomor 2 turun panggung.

Kondisi tersebut membakar emosi pendukung nomor urut 2, akibatnya kericuhan tak dapat dihindari lagi. Bahkan terjadi aksi tawuran, saling lempar kursi dalam kampanye damai tersebut.

Tak sampai di situ, mobil rombongan paslon nomor urut 2 diserang massa saat meninggalkan lokasi kegiatan. Akibatnya, kaca belakang mobil pecah. Polisi akhirnya mengevakuasi paslon nomor urut 2 untuk menghindari bentrokan lanjutan.

Kapolres Empat Lawang AKBP Agus Setyawan membenarkan kejadian tersebut. Namun, ia menyebut kericuhan yang terjadi saat kampanye damai itu tidak berlangsung lama dan dapat diantisipasi pihak kepolisian Empat Lawang.

"Tidak ada korban jiwa hanya saja calon bupati nomor urut 2 yakni Joncik Muhammad terkena lemparan kursi pada saat kericuhan," kata dia.

Ia mengatakan saat ini satu orang provokator kericuhan telah dimintai keterangan. Agus berharap ke depan kejadian ini tidak terjadi kembali.

Ketua KPU Sumsel Aspahani menuturkan pihaknya juga akan berupaya agar kejadian ini tidak terulang kembali. Bahkan, pihaknya akan meminta bantuan aparat keamanan untuk menurunkan lebih banyak personel.

"Kami juga minta para pendukung agar dapat menjaga emosi dan tidak
terpengaruh terhadap hoaks dan lain sebagainya," kata dia. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya