Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sampang melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data serta sosialisasi pilkada kepada ratusan pengungsi Syiah asal Sampang yang menetap di pengungsian Rumah Susun Puspa Agro Jemundo Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo, Kamis (15/2).
Lewat coklit dan sosialisasi ini para pengungsi diharapkan bisa menggunakan hak pilihnya serta berpartisipasi pada pilkada 27 Juni 2018 mendatang. Sedikitnya masih ada 378 jiwa yang menetap di pengungsian itu. Sekitar 250-an orang sudah memiliki hak pilih.
Ketua KPUD Sampang Syamsul Muarif mengatakan, coklit dan sosialisasi dilakukan termasuk kepada pengungsi Syiah yang berada di luar daerah mereka tinggal.
Menurutnya, coklit dan sosialisasi pengungsi Syiah ini berdasarkan Surat Edaran KPU Nomor 60 tahun 2018 dan Peraturan KPU Nomor 8 tahun 2018 tentang Pemilihan Umum Kepala Daerah. Sesuai tahapannya, coklit dan sosialisasi pengungsi Sampang yang ada di Sidoarjo dilakukan pada Kamis (15/3).
Adapun mekanisme pemungutan suara yang akan dilakukan bagi pengungsi Syiah pada pilkada mendatang, sebagaimana ketentuan KPU harus dilakukan di daerah terdekat dengan TPS. Sehingga sesuai aturan yang sudah ada, para pengungsi itu seharusnya menggunakan hak pilih tetap di wilayah Kabupaten Sampang.
Namun karena tempat pengungsian mereka jauh di luar kota, maka tetap bisa dikoordinasikan bagaimana mekanisme terbaik untuk warga Syiah agar tetap bisa menggunakan hak pilih.
"Otomatis mereka memilihnya di Sampang. Kalau pun ada ketentuan berbeda maka akan diputuskan kembali bagaimana mekanisme pemungutan suara bagi kelompok pengungsi. Yang jelas, secara regulasi mereka harus mencoblos di daerah pemilihan masing-masing," kata Syamsul.
Sejak tahun 2013 warga Syiah tinggal di pengungsian di Sidoarjo, baru kali ini mereka menggunakan hak suaranya di daerah pemilihannya sendiri, yakni di Sampang. Sebelumnya, mereka sudah disediakan tempat pemungutan suara (TPS) khusus di Sidoarjo.
"Selanjutnya, kami akan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat, agar membantu secara khusus kepada mereka dalam menggunakan hak pilihnya di Sampang," kata Syamsul.
Pimpinan warga Syiah Tajul Muluk menyambut baik coklit dan sosialisasi itu. Menurutnya, warga Syiah juga ingin menjadi warga negara yang baik yang bisa menggunakan hak suara politiknya. Namun ia mengaku belum mengetahui, di mana warga Syiah akan bisa menggunakan hak pilihnya.
Namun secara pribadi dia lebih menyukai apabila bisa menggunakan hak pilihnya di daerah asal di Sampang. Apabila pelaksanaan pemilihan dilakukan di tempat pengungsian, warga kurang merasa bebas melakukanpencoblosan.
"Kalau dilakukan di pengungsian kurang independen kurang bebas. Harapannya dilakukan di Sampang supaya benar-benar luber," kata Tajul. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved