Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Deklarasi Jogja Damai Respons terhadap Intoleransi

Ardi Teristi
14/2/2018 20:15
Deklarasi Jogja Damai Respons terhadap Intoleransi
(ANTARA)

MERESPONS penyerangan umat di Gereja Santa Lidwina, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) DIY bersama ratusan organisasi massa menandatangani deklarasi Jogja Damai di Kantor Gubernur DIY, komplek Kepatihan Yogyakarta, Rabu (14/2).

Dalam kesempatan itu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menyatakan kekerasan di Gereja Santa Ludwina telah mencederai kemanusiaan. Ia pun dengan tegas mengutuk keras terhadap tindak kekerasan yang teramat brutal itu.

Sultan meminta kepolisian segera mengungkap motif dan latar belakang tindakan pelakunya. "Hentikanlah persekusi, dan waspadai politik adu domba antarumat beragama," tegas dia.

Peringkat DIY termasuk teratas dalam hal wilayah dengan jumlah kasus pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan serta intoleransi. Bentuk pelanggaraan, misalnya, larangan atau penyegelan rumah ibadah, kriminalisasi, dan diskriminasi atas dasar agama.

"Saya minta perangkat desa/kampung menghidupkan Siskamling sebagai benteng ketahanan Kamtibmas pertama dengan upaya preventif," pesan Sultan.

Menurutnya, para tokoh pendiri bangsa, seperti Soekarno, M Hatta, Sri Sultan HB IX, telah memberi contoh kehidupan penuh toleransi, kedamaian dan kerukunan walau mereka berbeda aliran dan pandangan.

Deklarasi Jogja Damai itu menjadikan DIY terdepan dalam perlawanan terhadap paham dan tindakan yang bertentangan dengan empat pilar berbangsa.

"Saya mengajak seluruh masyarakat DIY menghidupkan kembali semangat republik, agar setiap warga menjaga kerukunan, cinta damai dan toleransi antarumat beragama," ajak Sultan.

Kesadaran kebhinnekaan menjadi modal bangsa guna membangun peradaban baru yang lebih bermartabat. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya