Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Baru Tiga Minggu Diresmikan, Jembatan Gantung Putus

Benny Bastiandy
04/2/2018 15:25
Baru Tiga Minggu Diresmikan, Jembatan Gantung Putus
(ANTARA/Akbar Tado)

JEMBATAN gantung penghubung Desa Pusakasari dengan Desa Karyamukti di Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ambruk saat dilintasi warga, Sabtu (3/2) sekitar pukul 22.30 WIB.

Akibatnya, 12 orang terluka karena terjatuh ke Sungai Cisokan setinggi hampir 10 meter. Satu orang di antaranya dalam kondisi kritis.

Peristiwa nahas yang dialami warga Kampung Sikluk RT 03/01 Desa Karyamukti itu bermula saat mereka menyeberang jembatan yang baru selesai dibangun Pemkab Cianjur sekitar tiga pekan lalu, itu seusai mengantar berobat kerabat.

Terdapat enam sepeda motor yang menjemput mereka dari arah. Jarak satu motor dengan motor lainnya cukup jauh. Tapi mereka beriringan. Sebelum tiba di tempat yang dituju, dalam perjalanan tali (sling) penguat jembatan terputus. Akibatnya belasan warga yang sedang menempuh perjalanan di jembatan itu terjatuh hingga ke dasar sungai.

Sekretaris Desa Karyamukti, Suryadi, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (4/2) menyebut terdapat 12 orang yang terluka dalam insiden putusnya jembatan itu. Sebanyak empat orang luka berat, satu orang kritis, dan lainnya mengalami luka ringan.

"Korban yang kritis dibawa ke RSUD Pagelaran karena butuh penanganan medis akibat terluka pada bagian kepalanya," sebutnya.

Suryadi belum bisa menduga penyebab putusnya jembatan yang baru diresmikan penggunaannya sekitar tiga pekan lalu. Bisa jadi karena jembatan yang tidak kuat menahan beban, tapi bisa juga karena kualitas pekerjaan yang terkesan asal-asalan karena tali penguat jembatan putus.

"Mestinya kalau memang jembatan tak kuat menahan beban terlalu berat, dipasangi papan informasi atau papan peringatan mengenai berat maksimal. Sehingga warga juga bisa berhati-hati saat melintasi jembatan. Kalau tidak ada pengumuman seperti itu bisa membahayakan," tegasnya.

Suryadi berharap Pemkab Cianjur bisa memperbaiki kembali jembatan itu. Apalagi keberadaannya sangat dibutuhkan masyarakat karena menjadi akses memperpendek jarak tempuh antardesa.

"Mudah-mudah tidak terulang kembali kejadian seperti ini. Tapi jembatan ini harus segera diperbaiki karena akses bagi warga beraktivitas," pungkasnya.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengaku prihatin terjadinya insiden tersebut. Rencananya semua biasa perawatan dan pengobatan seluruh korban akan digratiskan.

Namun Herman berargumen penyebab putusnya jembatan bukan karena pekerjaan yang asal-asalan. Ia mengatakan penyebabnya lebih karena beban yang tak seimbang.

"Karena masih dalam masa perawatan, perbaikannya jadi tanggung jawab pihak rekanan. Kami akan segera komunikasikan dengan pihak rekanan agar segera memperbaikinya kembali sekaligus memasang papan informasi soal beban maksimal di jembatan itu, termasuk di jembatan-jembatan lainnya," pungkasnya.

Berdasarkan informasi, mereka yang terluka dalam insiden putusnya jembatan di Kecamatan Leles itu ialah Saep, 48, yang kondisinya kritis, Didim, 30, Muhidin, 60, Jenal, 22, Asep, 45, Sulaeman, 13, Rusman, 50, Suryana, 21, Sobani, 52, Deni, 50, Dedi, 26, dan Adin, 48. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya