Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA angin kencang melanda tiga kecamatan di Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) akhir pekan lalu. Dalam peristiwa tersebut, seorang warga tewas karena tertimpa atap rumah yang roboh. Kerugian akibat peristiwa tersebut mencapai Rp1,15 miliar.
Korban tewas adalah Darsih, warga Desa Datar, Kecamatan Dayeuhluhur. Ia meninggal setelah tertimpa reruntuhan atap rumah yang roboh diterjang angin kencang.
Kecamatan tersebut merupakan daerah yang paling parah diterjang angin kencang, karena ada enam desa yang terkena yakni Datar, Sumpinghayu, Bolang, Cilumping, Bingkeng, dan Hanum. Sedangkan dua kecmatan lainnya adalah Kecamatan Majenang terjadi di Desa Ujungbarang, Cibeunying dan Salebu, serta Kecamatan Wanareja meliputi Limbangan dan Sidamulya.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Tri Komara Sidhy mengatakan bahwa petugas BPBD bersama relawan dan warga telah menyingkirkan puing-puing rumah yang roboh serta membantu perbaikan rumah yang rusak.
"Dalam peristiwa tersebut ada seorang warga di Desa Datar yang meninggal akibat tertimpa rumah yang roboh. Kami juga telah memberikan bantuan logistik kepada para korban bencana," kata Tri Komara.
Menurutnya, secara total ada 196 rumah di tiga kecamatan yang mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang. Paling parah terjadi di Kecamatan Dayeuhluhur, dengan satu korban meninggal.
Dari 196 rumah yang mengalami kerusakan, tiga rumah di antaranya roboh, 16 rumah rusak berat, 26 rusak sedang dan rusak ringan 151 rumah. "Perhitungan sementara kerugian akibat peristiwa itu mencapai Rp1,15 miliar. Kemungkinan kerugian masih akan bertambah," jelasnya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved