Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Video Viral Pasien Marah di RS Siti Khodijah sudah Ditangani Polisi

Heri Susetyo
29/1/2018 15:36
Video Viral Pasien Marah di RS Siti Khodijah sudah Ditangani Polisi
(Ist)

DUNIA medis kembali mendapat sorotan negatif setelah viralnya video di media sosial yang memperlihatkan keluarga pasien marah kepada dokter dan perawat karena tidak melayani pasien dengan baik.

Peristiwa yang terekam dalam video itu terjadi di Kabupaten Sidoarjo pada 20 Desember 2017 lalu. Keluarga pasien mengamuk kepada dokter spesialis dan perawat jaga Rumah Sakit Siti Khodijah di Kecamatan Taman karena diduga tidak menangani pasien dengan benar hingga menyebabkan kematian.

Dalam video berdurasi lebih dari 3 menit itu terdengar umpatan keluarga pasien hingga mengundang para keluarga pasien lain untuk melihat. Sementara dokter dan perawat yang menjadi sasaran kemarahan tampak tak bisa berbuat banyak.

Itu terjadi setelah pasien bernama Supariyah,67, warga Jalan Suningrat Desa Ketegan RT 09 RW 02 Kecamatan TamanKabupaten Sidoarjo diketahui meninggal di RS itu. Supariyah yang menderita sakit di kepala dirawat selama dua hari di RS Siti Khodijah, namun menurut pihak keluarga tak mendapat penanganan berarti dari RS.

Dokter spesialis syaraf M Hamdan baru mendatangi pasien pada malam kedua, namun Supariyah kemudian meninggal dunia. Diketahui juga pada saat Supariyah sudah meninggal, perawat jaga justru memberikan suntikan pada jenazah korban atas instruksi dokter bersangkutan.

Hal inilah yang memicu amarah keluarga pasien. Mereka protes penanganan medis yang tidak baik dan mengapa melakukan tindakan menyuntik korban padahal diketahui sudah meninggal

"Sampai dua hari tidak ada penanganan sama sekali, dokter spesialis syaraf yang ditunggu banyak alasan, sudah datang paginya, pasiennya banyak, katanya sebentar lagi datang tapi enggak datang-datang hingga pasien meninggal dunia," kata Abu Daud, keluarga korban pasien, Senin (29/1).

Daud menambahkan, keluargakorban telah melaporkan kejadian itu ke pihak manajemen RS Siti Khodijah tapi belum ada iktikad baik dari rumah sakit hingga sekarang. Keluarga korban hanya menerima surat dari pihak rumah sakit yang menjelaskan bahwa penanganan pasien telah sesuai prosedur dan kematian pasien merupakan takdir.

Sementara itu aparat Polresta Sidoarjo telah menyelidiki kasus dugaan malpraktik tersebut dengan mendatangi pihak RS maupun keluarga korban. Hal ini dikatakan Kapolresta Sidoarjo Kombes Himawan Bayu Ajidi sela-sela acara peresmian gedung instalasi gawat darurat baru Rumah Sakit UmumDaerah Sidoarjo.

Namun pihak Polresta belum bisa menyimpulkan apakah tindakan medis dari dokter dan perawat jaga saat kejadian disebut malpraktik ataukah sudah sesuai prosedur pelayanan kesehatan. Saat ini masih dilakukan pendalaman kasus tersebut dengan memintai keterangan dari pihak rumah sakit maupun keluarga korban.

Polisi juga masih menunggu laporan ulang dari keluarga korban. Sebab keluarga korban sebelumnya mengaku sudah melapor ke Polsek Taman tetapi tidak mendapat tanggapan dari petugas yang berjaga saat itu.

"Kita sudah bertemu pihak keluarga korban dan rumah sakituntuk penyelidikan, apakah ini benar ada malpraktik atau hal-hal lain," kata Kombes Himawan.

Kapolresta juga mengaku akan mengevaluasi petugas Polsek Taman yang diduga kurang merespons laporan keluarga korban. Menurut keterangan pihak keluarga korban, petugas saat itu mempersilakan keluarga korban melapor ke Polresta Sidoarjo atau ke PoldaJatim.

Sementara itu hingga Senin siang belum ada pihak RS Siti Khodijah maupun penasihat hukumnya memberi tanggapan terkait hal ini. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya