Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Kapolda Papua: Penderita Gizi Buruk Asmat Capai 15 Ribu Orang

Antara
24/1/2018 15:40
Kapolda Papua: Penderita Gizi Buruk Asmat Capai 15 Ribu Orang
(ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

KAPOLDA Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar memperkirakan jumlah warga di Kabupaten Asmat, Papua, yang menderita gizi buruk mencapai 15 ribu orang.

"Yang mengalami gizi buruk kurang lebih 10 ribu orang hingga 15 ribu orang," kata Irjen Boy saat ditemui di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta, Rabu (24/1).

Menurut dia, gizi buruk yang dialami masyarakat di Asmat disebabkan beberapa faktor, di antaranya lokasi yang jauh dan sulit dijangkau, minimnya sarana kesehatan, seperti puskesmas, taraf perekonomian masyarakatnya rendah, keterbatasan sarana transportasi dan keterbatasan akses distribusi makanan bergizi.

"Beberapa aliran sungai pasang surut jadi tidak selalu dapat dilewati kapal untuk mendistribusikan bahan makanan," katanya.

Boy pun menggambarkan minimnya kondisi puskesmas yang ada di Asmat. "Tenaga medis kurang, kepala puskesmasnya bukan dokter," katanya.

Untuk itu pihaknya meminta Pusdokkes Mabes Polri untuk mengirimkan sejumlah dokter untuk ditempatkan di puskesmas-puskesmas di Asmat.

"Program dokter muda, dokter magang diharapkan bisa hadir di Papua sehingga bisa mengisi pos yang kosong, terutama kepala puskesmas," katanya.

Boy Rafli mengatakan warga Asmat saat ini masih membutuhkan 2.000 vial
hingga 3.000 vial vaksin campak. Jumlah itu untuk stok cadangan sehingga ke depan anak-anak tetap bisa divaksin.

Boy menambahkan Polda Papua dan Kodam Cenderawasih akan membuat Satgas Kesehatan. Satgas ini akan memetakan sejumlah daerah rawan penyakit dan mendatangi daerah tersebut untuk penanganan.

"Di beberapa wilayah akan kami telusuri, informasinya terdapat beberapa wabah penyakit, seperti di Pegunungan Bintang," katanya.

Untuk di Kabupaten Asmat, ia mengatakan proses pelayanan kesehatan terkait wabah campak dan gizi buruk masih dilakukan. Selain itu bantuan makanan bergizi dan obat-obatan kini terus mengalir, baik dari pemerintah maupun swasta.

"Kami berterima kasih sampai hari ini dari beberapa lembaga masyarakat ikut mengirim (bantuan) ke Asmat," katanya.

KLB campak dan gizi buruk terjadi di Kabupaten Asmat sejak September 2017. Hingga kini dilaporkan terdapat 67 anak dan balita yang meninggal dunia akibat terserang campak dan gizi buruk.

Sejumlah bantuan pasokan makanan bergizi dan obat-obatan telah disalurkan baik oleh instansi pemerintah dan swasta sejak kasus ini mengemuka di pemberitaan berbagai media. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya