Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Pembunuh Sadis Sopir Taksi Online masih Pelajar SMK

Haryanto
23/1/2018 16:57
Pembunuh Sadis Sopir Taksi Online masih Pelajar SMK
(thinkstock)

DUA tersangka pembunuhan taksi online yang berhasil diringkus Polrestabes Semarang ternyata masih berstatus pelajar sekolah menengah kejuaruan (SMK), yaitu IDR dan IBR, keduanya berusia 16 tahun.

Mereka mengaku tega membegal, bahkan menggorok leher korban dan kemudian mengambil mobilnya karena menunggak SPP di sebuah SMK Negeri di Kota Semarang. Tersangka IBR dan DIR merupakan siswa kelas X.

"Kami bahkan tak pernah mengira pelaku itu di bawah umur dan bisa sekejam itu di umur yang baru menginjak belasan tahun," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Abioso Seno Aji saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Selasa (23/1).

Beberapa barang bukti juga diamankan dari tangan mereka termasuk pisau yang digunakan untuk menggorok leher korban.

Abioso menjelaskan, dari pemeriksaan sementara IBR mengaku telah menunggak pembayaran uang SPP sekolahnya. karena itu ia mengajak DIR untuk melancarkan aksi kejahatan. Sebelumnya IBR juga sempat mengajak tiga teman lainnya, tapi mereka tidak setuju.

"Jadi tersangka IBR ini sudah pernah ngajak tiga orang sebelum ini, tapi ketiga anak tersebut tidak menyetujuinya. Akhirnya tinggal IDR ini yang mau diajak melakukan tindak kejahatan oleh IBR," lanjutnya.

Kendati demikian, Abioso menyebut polisi akan tetap melakukan pengembangan terkait kemungkinan adanya motif lain selain untuk membayar SPP. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah tempat kedua tersangka belajar terkait masalah pengakuan tunggakan SPP serta keseharian mereka.

Gelar perkara yang dilakukan di Mapolrestabes Semarang disaksikan oleh puluhan anggota komunitas pengemudi angkutan online. Mereka tampak geram dengan apa yang telah dilakukan kedua tersangka terhadap rekan mereka.

"Kami berharap para pelaku ini dihukum seberat-beratnya, paling tidak hukuman maksimal, karena melihat dari yang terjadi pada korban, unsur niatnya sudah kelihatan," tukas salah seorang anggota komunitas pengemudi online, Sugiono.

IBR dan DIR diduga menjadi biang tewasnya Deni Setiawan, 25, driver taksi online yang ditemukan di Perumahan Bukit Cendana Sambiroto Tembalang, Sabtu (20/1) malam. Setelah menghabisi korban, kedua pelaku juga sempat membawa kabur mobil Nissan Grand Livina yang akhirnya ditinggal di Jalan HOS Cokroaminoto. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya