Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Masyarakat Jangan Mudah Percaya Gambar Dampak Gempa Banten

Depi Gunawan
23/1/2018 16:30
Masyarakat Jangan Mudah Percaya Gambar Dampak Gempa Banten
(thinkstock)

MASYARAKAT diimbau tidak langsung percaya dengan gambar atau video yang tersebar di media sosial yang menggambarkan dampak gempa berkekuatan 6,1 skala richter yang mengguncang Lebak, Banten dan sekitarnya, Selasa (23/1) pukul 13.34 WIB.

Sebaiknya, masyarakat diminta mengecek dulu sumber informasinya, terlebih apabila gambar atau video itu berasal dari sumber yang tidak dapat dipercaya, agar tidak menimbulkan keresahan.

"Masyarakat jangan mudah percaya dengan gambar atau foto dampak gempa Banten yang tersebar di media sosial karena tidak semuanya benar, hati-hati jangan sampai terprovokasi," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, Tony Agus Wijaya.

Berdasarkan informasi BMKG, pusat gempa di wilayah Samudra Hindia, Selatan Jawa atau tepatnya 43 km arah selatan Kota Muarabinuangeun, Kabupaten Cilangkahan, Provinsi Banten pada kedalaman 61 km. Gempa bumi tektonik ini tidak berpotensi tsunami.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi berkekuatan 6,1 skala richter dengan koordinat episenter pada 7,23 LS dan 105,9 BT, atau tepatnya di tengah laut pada jarak 43 km arah selatan Kota Muarabinuangeun, Kabupaten Cilangkahan, Banten," ungkapnya.

Dampak gempa bumi yang digambarkan melalui peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG, terang dia, menunjukkan bahwa guncangan berpotensi dirasakan di daerah Jakarta, Tangerang Selatan, Bogor, II SIG-BMKG (IV-V MMI).

"Gempa bumi selatan Jawa-Bali-Nusa Tenggara ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi berkedalaman dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempang Eurasia," jelas Tony.

Tony melanjutkan, sampai pukul 13:46 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Pihaknya meminta masyarakat di sekitar wilayah Kabupaten Cilangkahan untuk tetap tetap tenang dan tidak terpancing isu yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar pusat gempa harus tetap tenang. Mohon ikuti semua instruksi yang disampaikan pihak berwajib serta tidak langsung percaya dengan info yang beredar di media sosial," saran Tony. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya