Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur menghabiskan dana sekitar Rp98 miliar untuk pelaksanaan imunisasi difteri yang didakan di seluruh daerah di Jawa Timur.
"Total biaya yang dibutuhkan untuk proses imunisasi, di luar kebutuhan vaksin, sebesar Rp98 miliar," kata Gubernur Jatim Soekarwo saat Rapat Koordinasi Pemantapan Outbreak Response Imunization (ORI) Difteri di Surabaya, Kamis (18/1).
Menurut Soekarwo kebutuhan dana itu dianggarkan dari Belanja Tak Terduga APBD Provinsi Jatim. Selain itu, juga sharing dengan Pemkab dan Pemkot di Jatim.
"Sharing sama kabupaten/kota. Sebesar Rp49 miliar dari APBD Jatim, sisanya Rp49 miliar dari Kabupaten/Kota. Totalnya Rp98 miliar," katanya.
Dijelaskan, kebutuhan anggaran itu di luar vaksin yang memang diberikan secara gratis dari Kemenkes. Banyak kebutuhan diluar itu yang dinilai memang sangat besar.
"Jadi anggaran itu untuk sosialisasi, pelatihan tenaga medis, dan biaya operasional imunisasi untuk 10.717.172 warga yang tersebar di Jatim," ujarnya.
Dijelaskan, saat ini sebanyak 460 orang warga di Jatim terdampak difteri hingga akhir 2017, 16 diantaranya meninggal.
"Kemenkes mengambil inisiatif dan saran agar warga Jatim usia 1-19 tahun diimunisasi difteri. Kami akan lakukan, sesuai dengan arahan itu," katanya.
Jadi sehari sebelum vaksin sampai, ujar Soekarwo, sudah disiapkan tim (distribusi,red) ke lokasi-lokasi imunisasi. Ada 10.717.172 anak umur 1-19 tahun di Jawa Timur yang akan mendapatkan imunisasi.
Pada akhir Januari nanti, Pemprov Jatim akan menerima tiga jenisvaksin untuk imunisasi Difteri dari Kemenkes. Sekjen Kemenkes UntungSuseno Sutarjo yang hadir dalam acara itu mengatakan, vaksin itu akan tiba pada akhir minggu keempat ini.
Adapun tiga jenis vaksin imunisasi Difteri yang akan didapatkan dari Kemenkes untuk warga usia 1-19 tahun di Jatim yakni DPT-HB-Hib, DT, dan Td. Ketiga vaksin itu merupakan bagian dari program Outbreak Response Imunization ORI.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved