Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang beraksi di dalam sebuah rumah yang juga merupakan salon milik korban Andri Herdyansyah Alias Supri di Huta Bosar Bayu Kabupaten Simalungun akhirnya di tembak mati oleh Sat Reskrim Polres Simalungun.
Hal tersebut disampaikan Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan didampingi Kanit Jahtanras Sat Reskrim Polres Simalungun Iptu Zikri Muamar, saat jumpa pers terkait pengungkapan kasus tersebut di RSU Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar, Kamis (18/1).
Dari hasil penyidikan, curas dilakukan oleh Darwin Samosir Alias Darwin (26), Warga Kelurahan Huta Bayu Kecamatan Huta Bayu Raja Kabupaten Simalungun bersama dengan rekannya Mukhlis Bin Sahbudin Alias Sulis Alias Putra (34), Warga Gang Setia Desa Suka Maju Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batubara.
Kedua pelaku melakukan pencurian dengan terlebih dahulu melumpuhkan korbannya dengan cara memukulkan laras senjata api rakitan jenis pistol Revolver (laras pendek) ke kepala korban. Pelaku juga mengikat kedua tangan korban kemudian mengambil barang-barang milik korban berupa 1 unit sepeda motor , 1 unit handphone dan 1 untai kalung emas seberat 2 mayam pada Sabtu (6/1).
Setelah mendapat laporan atas peristiwa tersebut, Unit Jahtanras Sat Reskrim Polres Simalungun yag dipimpin Kanit Jahtanras Iptu Zikri Muamar, melakukan penyelidikan. Tepat pada Jumat (12/1) sekira pukul 11.00 wib, didapat informasi seorang saksi Melani Boru Situmeang mengetahui bahwa handphone milik korban ada pada temannya bernama Siti Rahma Alias Ade.
Kemudian sekira pukul 17.30 wib, Siti Rahma Alias Ade diamankan dari rumahnya bersama seorang laki-laki yang diduga kuat merupakan salah satu pelaku yang diketahui bernama Darwin Samosir Alias Darwin.
Siti Rahma Alias Ade menerangkan, bahwa kalung emas milik korban masih disimpan dan handphone tersebut sudah digadaikan kepada seorang laki-laki pekerja koperasi harian yang sehari-hari dipanggil Pardede Koperasi. Sarma Halasan Pardede Alias Pardede Koperasi (52) pun diamankan petugas.
Pengembangan terus dilakukan, hingga pada Selasa (16/1) sekira pukul 11.00 wib kembali diperoleh informasi bahwa pelaku yang tidak diketahui identitasnya bersama Darwin tersebut bernama Sulis, yang saat itu sedang berada di Padang Sidempuan.
Hingga pada Rabu (17/1) Unit Lidik Jahtanras langsung mengejar Sulis ke Kota Padang Sidempuan. Berkoordinasi bersama Unit Lidik Polres Tapanuli Selatan, sekira pukul 16.00 wib Mukhlis Bin Sahbudin Alias Sulis berhasil diamankan saat sedang berada di kos-kosan di Jalan Major Alboin Hutabarat Kelurahan Wek VI Kecamatan PSP Selatan Kota Padang Sidempuan.
Tidak sampai di situ, pencarian terus dilakukan terhadap sepeda motor korban yang diambil oleh para pelaku serta senjata api yang digunakan saat melakukan pencuriannya.
Setelah sampai di tempat penyimpanan kendaraan dan Senpi tersebut yang berada di hutan di daerah Batang Onang Pasar Matanggor Kabupaten Padang Lawas Utara, sepeda motor milik korban langsung ditemukan.
Adapun senjata Api yang digunakan oleh pelaku masih dicari yang menurut pelaku disimpannya di dalam areal hutan. Namun setelah tempat penyimpanan senjata api ditemukan, pelaku langsung mengambil senpi dan melakukan perlawanan dengan mengarahkan senjata api ke arah petugas.
Dengan sigap, petugas langsung mengambil tindakan tegas dan memberikan tembakan ke arah dada Sulis sebanyak 2 kali hingga pelaku tersungkur ke tanah.
Setelah memastikan pelaku tewas, darinya diamankan 1 pucuk senjata api rakitan jenis revolver dan 1 butir amunisi kaliber 9.9 mm serta 1 unit sepeda motor milik korban merk Yamaha NMAX .
Dari hasil penyidikan diketahui, bahwa Mukhlis Sahbuddin Alias Sulis Alias Putra merupakan seorang Residivis dan DPO Polres Batu Bara.
Di hadapan petugas, Darwin Samosir menjelaskan bahwa perbuatan yang dilakukannnya bersama Sulis berawal dari keluhan temannya Siti Rahma Alias Ade yang mengatakan bahwa ia tidak memiliki uang untuk membayar kontrakannya pada Februari.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved