Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Cuaca Buruk di Banyumas, Satu Warga Tewas Tersambar Petir

Liliek Darmawan
12/1/2018 14:20
Cuaca Buruk di Banyumas, Satu Warga Tewas Tersambar Petir
(MI/ROMMY PUJIANTO)

CUACA buruk yang terjadi di sejumlah wilayah di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) mulai menelan korban. Lebih dari 170 rumah rusak diterjang angin kencang pada Kamis (11/1) sore. Selain itu, seorang warga dilaporkan tewas akibat tersambar petir.

Korban tewas ialah Sukim Sukardi, warga Desa Cingebul, Kecamatan Lumbir, Banyumas. Ia tewas saat tengah menderes di salah satu pohon kelapa. Ketika itu, hujan sudah mulai turun, dan petir menyambar korban.

Angin kencang juga melanda sejumlah desa di dua kecamatan di antaranya Desa Klapagading, Kecamatan Wangon dan Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang.

"Secara keseluruhan, jumlah rumah yang rusak akibat angin kencang mencapai 170 rumah lebih di dua desa. Pada umumnya, rumah-rumah warga rusak akibat tertimpa pohon dan atapnya terbang terbawa angin," ungkap Koordinator Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas Kusworo.

Pada Jumat (12/11), relawan dan petugas BPBD Banyumas mulai memotong pohon-pohon yang menimpa rumah penduduk. Mereka kemudian menyingkirkan pohon yang tumbang serta memperbaiki atap rumah yang rusak.

Angin kencang juga memporak-porandakan tanaman padi di Jatilawang, Banyumas. Padahal tanaman padi di wilayah setempat sudah akan memasuki panen.

"Ada sekitar 25 hektare (ha) tanaman padi siap panen yang roboh diterjang angin kencang," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Banyumas Widarso. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya