Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Pangkalpinang kembali mengeluarkan peringatan dini terkait tinggi gelombang. Kali ini gelombang 7 meter berpotensi melanda jalur penyeberangan utara Bangka dan Selat Karimata.
Staf Analisa dan prakiraan BMKG Kelas I Pangkalpinang, Evi Diana, mengatakan dalam tiga hari terakhir ini, gelombang ekstrem terjadi terus di seluruh wilayah perairan Babel.
Sebelumnya, gelombang maksimum 6 meter terjadi di utara Bangka. Lalu, berselang sehari gelombang turun tetapi masih tinggi yakni 5 meter, terjadi di masih di utara Bangka dan Selat Karimata.
"Gelombang maksimum di utara Bangka dan Selat Karimata masih ekstrem dalam tiga hari, dengan ketinggian mulai dari 6 meter, turun 5 meter dan Jumat hingga Sabtu besok di prediksi masih bertahan 7 meter, khususnya di Selat Karimata," kata Evi, Jumat (12/1).
"Sedangkan untuk di Selat Gelasa, Selat Bangka dan selatan Bangka tinggi gelombang 2,5 meter hingga 4 meter," sambungnya.
Ketinggian gelombang 7 meter di Utara Bangka dan Selat Karimata ini, sudah jelas berbahaya bagi pelayaran, untuk itu BMKG keluarkan peringatan dini agar trasportasi laut yang melalui jalur penyeberangan di perairan tersebut untuk waspada.
"Kapal-kapal yang akan menyeberang ke perairan utara Bangka dan Selatan Karimata harus waspada. Hal ini juga sudah kita sampaikan ke pihak KSOP dan perhubungan, agar mengingatkan nakhoda kapal," kata Evi.
Selain itu, lanjutnya kecepatan angin yang mencapai 50-60 km/jam dan adanya potensi awan comulonimbus harus pula diwaspadai. "Angin kencang seperti sekarang ini, ditambah awan comulonimbus berpotensi dapat menambah tinggi gelombang," tegas Evi. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved