Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH tiga hari pascakejadian, tim gabungan pencarian korban speed boat Anugrah Express yang terbalik di perairan Sungai Kahayan, Tanjung Selor, Kalimantan Utara akhirnya berhasil menemukan satu korban bernama M Fikri, 7, Rabu (3/1) sekitar pukul 09.15 Wita. Dengan penemuan ini jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 9 orang.
Korban ditemukan di sekitar perairan Tanjung Buka sekitar 15 km ke arah hilir dari lokasi kejadian perkara. Korban ditemukan meninggal dunia dan sudah dalam kondisi mengambang.
"Unsur SAR gabungan mengevakuasi korban yang diduga Fikri dan saat ini telah dibawah ke RSUD guna keperluan visum. Tim masih menunggu kepastian dari pihak RSUD identitas korban dan menunggu pihak Kelurga," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Kaltimra Gusti Anwar Mulyadi, Rabu (3/1).
Sementara itu, korban yang masih dirawat tinggal dua orang dari 27 orang. Keduanya dirawat di RSU dr Soemarni Sosroatmodjo Tanjung Selor, Kaltara.
Saat ini Polres Bulungan terus menyelidiki kejadian tersebut. Meski belum ada tersangka, polisi menduga pengemudi speed boat, Amir, lalai ketika mengoperasikan speed boat hingga menyebabkan kecelakaan dan merenggut korban jiwa.
Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry mengatakan Amir bukan motoris utama Anugerah Express. Yang bersangkutan adalah motoris pengganti.
"Jajaran Reskrim kata Kapolres masih menyelidiki lebih dalam. Jika terbukti ada unsur kelalaian, tidak tertutup kemungkinan Amir ditetapkan sebagai tersangka. Kita tidak buru-buru. Dugaan kelalaian ada. Kami selidiki secara detail. Kita periksa intensif," ujarnya.
Selain motoris, polisi juga menerapkan wajib lapor kepada dua anak buah kapal (ABK) Anugerah Express. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved