Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Satu Pengunjung Tewas, Polisi Olah TKP Jembatan Putus Di Cariu

MICOM
02/1/2018 16:21
Satu Pengunjung Tewas, Polisi Olah TKP Jembatan Putus Di Cariu
(MI/Dede Susianti)

TIM dari Polres Bogor dan Polsek Tanjungsari tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) jembatan gantung yang putus dan mengakibatkan korban jiwadi lokasi objek wisata penangkaran rusa, Cariu, pada Selasa (2/1).

Kapolsek Tanjungsari Iptu Muhaimin menyebutkan olah TKP dilakukan untuk mengetahui penyebab kejadian, serta mendapatkan informasi mengenai kejadian
tersebut.

"Olah TKP melibatkan tim Polres dibantu Polsek Tanjungsari, proses berlangsung selama satu setengah jam," kata Muhaimin. Dia menambahkan pihaknya juga sudah meminta keterangan tiga orang saksi dari petugas pengelola objek wisata penangkaran rusa Cariu milik Perhutani.

Selain itu, ucapnya, petugas juga akan meminta keterangan dari salah satu pengunjung yang terluka. "Tapi kami masih menunggu situasi dan kondisi pengunjung lebih tenang, dan bisa dimintai keterangan," katanya.

Terkait jumlah korban masih belum diperoleh angka resminya. Namun korban meninggal dunia dinyatakan satu orang, dan empat orang luka berat. Sisanya luka-luka ringan lebih dari 30 orang.

Hasil validasi pagi tadi jumlah korban luka-luka bertambah jadi 39 orang, jumlah tersebut masih terus diverifikasi karena banyak dari korban yang awalnya enggan melapor dan ada juga yang datang sendiri melapor.

"Kami masih terus melakukan validasi data, saat ini tim dari Perhutani sedang melakukan pengecekan ke puskesmas dan rumah sakit untuk mengumpulkan
data pastinya," kata Muhaimin.

Untuk diketahui, peristiwa jembatan gantung putus dan ambruk terjadi di hari pertama tahun 2018. Korban merupakan pengunjung objek wisata penangkaran rusa Cariu. Mereka berasal dari Bogor, Bekasi, Cikarang dan Karawang.

Laporan yang sempat beredar, menyebutkan 30 lebih korban luka ringan, empat orang luka berat dan satu orang atas nama Neni (45) warga Bantar Gebang, Bekasi meninggal dunia saat berada di rumah sakit akibat luka yang cukup parah di bagian kepalanya.

Jembatan gantung terbuat dari bambu diikat dengan kawat dan besi sepanjang 44 meter membentang di atas Sungai Cipamingkis di atas ketinggian 2,5 meter. Jembatan menghubungkan Desa Sirnarasa dengan Desa Buarajaya tempat lokasi penangkaran rusa.

Jembatan gantung tersebut juga sering digunakan warga untuk beraktivitas ke lahan
Perhutani, dan juga digunakan sebagai objek wisata. Jembatan tersebut diduga tidak kuat menahan beban pengunjung yang menyeberang dan putus di ujung Desa Buarajaya dan ambruk ke bawah.

Warga yang menyeberang terhempas ke bawah sungai yang surut yang dipenuhi bebatuan dan cadas berukuran besar. Korban luka parah mengalami patah tulang dan benturan di bebatuan.(Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya