Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Demokrat Jawa Barat Minta Gerindra Jaga Etika Politik

Astri Novaria
27/12/2017 15:39
Demokrat Jawa Barat Minta Gerindra Jaga Etika Politik
(Ilustrasi)

WAKIL Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Asep Wahyu Wijaya meminta partai Gerindra menghormati koalisi partai-partai dalam menghadapi Pemilihan Gubernur Jawa Barat. Sikap tersebut sebagai respons terhadap pernyataan Ketua DPD Gerindra Jawa Barat, Mulyadi, kemarin.

"Terima kasih atas tawaran Ketua Gerindra Jawa Barat untuk berkoalisi di Jawa Barat. Hanya perlu kami sampaikan bahwa kami masih fokus untuk berkomunikasi dengan partai-partai lain yang justru tertarik bergabung dengan koalisi kami, koalisi ZamanNow," ujar Asep, Rabu (27/12).

Adapun sebelumnya, Mulyadi mengatakan Gerindra Jawa Barat membuka peluang kepada Demokrat untuk ikut berkoalisi bersama PKS dan PAN dalam memenangkan Pilkada Jawa Barat 2018.

Namun, Gerindra memberikan syarat kepada Demokrat jika ingin ikut bergabung bersama koalisi, yakni turut mengusung kandidatnya sebagai cawagub dan disetujui oleh partai koalisi lainnya yakni PKS dan PAN. Sebab, dalam koalisi yang sudah terbentuk itu, Gerindra telah mengusung Mayjen (Purn) Sudrajat berpasangan dengan kader PKS.

"DPD Partai Demokrat Jawa Barat tentunya sangat menghormati dan mendorong keberadaan koalisi partai-partai yang sudah ada sebelumnya di Jawa Barat. Pesan dan harapan yang sama tentunya kami pun harapkan kepada Partai Gerindra Jawa Barat agar kiranya menghormati partai-partai lain yang telah membentuk koalisi yang sudah ada sebelumnya," tandasnya.

Asep lantas mengutip ajaran dan nilai-nilai kasundaan yang dijunjung runtut raut sauyunan, silih asah silih asih silih asuh yang menekankan pentingnya kerukunan dan kebersamaan dalam kehidupan sehari.

Dengan semangat saling mendorong dan mendukung, kata dia, maka sebagai refleksi dari karakter kasundaan yang mesti dijaga dan dilestarikan DPD Partai Demokrat Jabar tentunya sangat menghormati dan mendorong keberadaan koalisi partai-partai yang sudah ada dalan menghadapi Pilgub Jabar 2018. Ia berhara elit-elit polisik di tatar sunda senantiasa menjadi peneduh dan menjaga nilai-nilai etik kasundaan dalam setiap ucapan dan sikap politiknya.

"Seperti halnya pepatah Sunda hirup kudu masagi, maka ada baiknya jejak langkah politik dan hasrat setiap partai untuk berkontestasi dalam setiap even politik pun tak lantas harus merendahkan kualitas etik dan menjaga keluhuran sikap kita dalam menata hubungan pergaulan di antara sesama partai di Tatar Sunda," tandasnya.

Dihubungi secara terpisah, Ketua DPP Gerindra Sodik Mudjahid mengatakan keputusan untuk mengusung Sudrajat sebagai calon gubernur Jawa Barat sudah menjadi keputusan dalam pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Presiden PKS Sohibul Iman pada 24 Desember 2017 lalu.

"Kami sudah bersepakat berkoalisi bersama dalam Pilkada Jawa Barat. Calon Gubernur yang diusung adalah Sudrajat. Untuk Wagubnya disepakati dari PKS," ujarnya.

Pihaknya saat ini tengah menunggu keputusan PKS yang akan merekomendasikan nama calon wakil Gubernur yang akan mendampingi Sudrajat dalam Pilgub Jawa Barat 2018 mendatang. Ia mengatakan ada dua calon yang berpeluang yakni Netty Heryawan dan Ahmad Syaikhu.

Adapun Netty merupakan istri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang dianggap dapat meraup suara kaum perempuan di Jawa Barat. Selain faktor jaringan perempuan, Netty juga dianggap memiliki kapabilitas yang mumpuni.

Sementara itu, Ahmad Syaikhu merupakan Ketua DPW PKS Jawa Barat yang juga menjadi Wakil Wali Kota Bekasi. Pengalamannya menangani Bekasi dianggap menjadi salah satu nilai lebih Ahmad.

"Hanya tinggal menunggu keputusan dari DPP soal siapa yang akan menjadi pendamping," pungkasnya.

Menurut informasi yang didapat, DPP PKS berencana mengumumkan nama calon gubernur maupun wakil gubernur yang akan didukungnya untuk lima provinsi Pilkada tak terkecuali untuk Pilgub Jawa Barat pada Rabu (27/12) hari ini.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya