Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Kota Yogyakarta, dilaporkan tewas setelah menenggak minuman kerasyang diduga oplosan. Dua warga yang tewas tersebut merupakan kakak dan adiknya.
Kapolsekta Jetis, Kota Yogyakarta, Kompol Hariyanto mengatakan, dua orang kakak beradik warga Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis, pada Senin (24/12) pulang dalam keadaan mabuk dan mengeluhkan sakit di bagian perut.
"Keluarga kemudian membawa mereka ke RS Panti Rapih, Yogyakarta," kata Kapolsekta Jetis didampingi Kanit Reskrim Polsekta Jetis, Iptu Muzaki di Mapolsekta setempat, Selasa (26/12).
Namun, pada Senin sore, DN meninggal dunia setelah mendapat perawatan intensif. Sedangkan KH, juga menyusul meninggal dunia beberapa jam kemudian.
Hingga saat ini, lanjutnya, polisi belum mendapatkan informasi yang pasti dari mana mereka mendapatkan minuman keras tersebut. "Tidak ada saksi yang dapat dimintai keterangan," kata Kapolsek.
Sementara di wilayah Gedongtengen, Kota Yogyakarta pada hari yang sama dilaporkan berlangsung pesta miras di rumah salah satu warga.
Kapolsekta Gedongtengen, Kompol Partono mengatakan, dalam pesta miras tersebut, Ags mengalami kesakitan dan kemudian dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, namun nyawanya tak tertolong.
"Ags sempat kejang-kejang dan tak sadarkan diri, sehingga oleh keluarga dibawa ke rumah sakit," kata Kapolsekta Gedongtengen.
Sedangkan seorang temannya, berinisial Ed, masih dalam perawatan yang intensif di sebuah rumah sakit karena mengalami hal yang sama.
Kapolsekta Gedongtengen, Kompol Partono saat dikonformasi belum bisa memastikan miras maut yang merenggut nyawa korban. Namun jika dilihat dari reaksinya yang begitu cepat dan merenggut nyawa peminumnya, Partono menduga miras tersebut merupakan jenis oplosan.
Baik Kapolsekta Gedongtengen maupun Kapolsekta Jetis mengatakan belum dapat menyimpulkan adanya keterkaitan dua kejadian tersebut dan belum pula dapat menyimpulkan mereka mengonsumsi miras yang sama atau berasal dari penjual yang sama.
Polisi, katanya, masih belum menemukan sisa miras yang membawa korban jiwa itu.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved