Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Peras Direktur BUMD Iptu Aldo Febrianto Tak Sendirian

Yohanes Manase
14/12/2017 12:56
Peras Direktur BUMD Iptu Aldo Febrianto Tak Sendirian
(Iptu Aldo Febrianto---Dok. MIcom)

KASAT Reskrim Polres Manggarai Iptu Aldo Febrianto yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) kasus gratifikasi telah dicopot jabatannya dan dimutasi oleh Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Agung Sabar Santoso. Aldo terjaring OTT oleh tim Saber Pungli Polda NTT pada Senin (11/12) di ruang kerjanya di Polres Manggarai sekitar pukul 09.00 Wita bersama seorang kontraktor.

Lantas siapa kontraktor pemberi uang Rp 50 juta yang diterima Iptu Aldo, akhirnya terkuak. Seorang kontraktor yang disebut-sebut ternyata Direktur PT Manggarai Multi Investasi (MMI), Yustinus Mahu. Dari pengakuan Yustinus bahwa perbuatan Aldo dilakukan tidak seorang diri namun ada personel lain di Polres Manggarai yang ikut memuluskan aksi tersebut.

Yustinus yang ditemui sejumlah wartawan di kantor DPRD Manggarai, Kamis (14/12) membenarkan jika dirinya yang menyerahkan langsung uang Rp 50 juta kepada Aldo Febrianto. "Ya, benar. Saya yang kasih uang itu," ujarnya.

Baca juga: Kasat Reskrim Polres Manggarai Terjaring OTT

Terjaring OTT, Kapolda NTT Copot Kasat Reskrim Polres Manggarai

Ia membantah jika pemberian uang itu lantaran dirinya atau badan usaha milik daerah yang dipimpinnya itu berurusan dengan hukum. "Karena diminta saja makanya saya kasih. Diminta berkali-kali, terpaksa saya kasih saja to," ujarnya.

Yustinus menuturkan Aldo tak sendirian ketika meminta uang tersebut. Aldo dibantu beberapa anggota satuannya, antara lain seorang polisi bernama Komang. Ia mengenal betul polisi bernama Komang itu karena sering kali menghubunginya untuk meminta uang.

"Dia SMS, telepon terus menerus. Saya masih simpan semua SMS dan teleponnya," ujar Yustinus.

Komang yang dimaksudkan adalah Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi, I Komang Suita. Wartawan telah berusaha mewawancarainya, namun Komang tak ditemukan. Ruang kerjanya ditutup. Dari balik pintu kaca yang ditempeli stiker bergambar tikus itu, tak terlihat satu pun polisi di dalamnya.

Sementara itu, pasca terjaring OTT, Aldo Febrianto tidak segera ditahan. Ia bahkan masih bebas di Ruteng, Manggarai hingga Rabu (13/12) pagi. Hal itu diakui Wakapolres Manggarai Kompol Tri Joko Biantoro. "Tadi pagi baru dia (Aldo) berangkat ke Kupang," kata Tri Joko saat ditemui di kantornya, Rabu siang.

Kepala Bidang Humas Polda NTT Jules Abraham Abas belum menjelaskan status hukum Aldo Febrianto. Ia juga tak menjawab ketika ditanya alasan Aldo masih terlihat bebas. Terkait dugaan keterlibatan anggota polisi lainnya, Jules menjawab, "Sementara kasusnya masih akan kita dalami."(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya