Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Lahan Reklamasi Ditambang, Banyak Pohon yang Ditanam Mati

Rendy Ferdiansyah
09/12/2017 12:41
Lahan Reklamasi Ditambang, Banyak Pohon yang Ditanam Mati
(MI/Rendy Ferdiansyah)

KEGIATAN penambangan sering kali merusak lingkungan. Tidak hanya alam yang masih belum terjamah rusak, lahan yang sudah direklamasipun bisa jadi korban. Kegiatan penambangan yang tidak hirau lingkungan ini terjadi di Provinsi Bangka Belitung.

Gubernur Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman Djohan dalam satu kesempatan mengatakan hanya sebagian pohon-pohon yang sudah di tanam di lahan reklamasi, di bekas lokasi penambangan, yang bertahan hidup. "Ada sebagian hidup hingga saat ini, tetapi ada juga yang mati dan sudah tidak ada lagi, karena lahan yang direklamasi kembali ditambang masyarakat," kata Erzaldi.

Untuk itu, menurut Erzaldi , ke depan dalam menyusun RKAB, masalah reklamasi akan menjadi perhatian khusus, misalnya dikelola bersama dengan masyarakat, sehingga pohon-pohon yang di tanam dapat dijaga dan dipelihara dengan baik.

"Pohon-pohon yang sudah kita tanam melalui reklamasi ini tidak dijaga dengan baik, sehingga rentan mati, ke depanya kita ingin masyarakat dilibatkan, sehingga mereka akan jadi ujung tombak menjaga dan memeliharanya,"ujar dia.

Selama ini, di akui Erzaldi, mengenai permasalahan reklamasi belum banyak pihak yang bersedia mengerjakannyha. Alasannya aturan yang berat sehingga perusahaan selalu menunggu uang jaminan reklamasi yang disetor untuk melakukan reklamasi.

"Mereka selalu berharap dana jaminan reklamasinya, kalau mau tunggu itu kapan mau di reklamasi, sehingga reklamasi atau penghijauan kembali di lahan-lahan bekas tambang belum berjalan maksimal," ungkapnya.

Erzaldi mengaku dirinya tidak bisa memprediksi berapa persen, pohon-pohon yang sudah di tanam di lahan reklamasi yang masih bertahan hidup, sebab lanjutnya semua itu harus ada pengecekan oleh instuktur tambang terlebih dahulu.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya