Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

600 Ttitik Tanggul Cimanuk Cisanggarung Rusak

Nurul Hidayah
03/12/2017 17:14
600 Ttitik Tanggul Cimanuk Cisanggarung Rusak
(ANTARA/Dedhez Anggara)

TERDETEKSI sebanyak 600 titik tanggul di sepanjang aliran Sungai Cimanuk-Cisanggarung kondisinya rusak dengan berbagai tingkatan. Upaya perbaikan hanya bisa dilakukan berdasarkan tingkat kerusakannya karena keterbatasan anggaran.

Kepala Bidang Pertanahan Umum dan Program Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, Agus Kuncoro menjelaskan perbaikan secara bertahap tersebut dilakukan karena anggaran yang terbatas. Karena itu perbaikan dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan yang ada.

"Tingkat kerusakan terbagi tiga kategori yakni ringan, sedang dan tinggi, " kata Agus. Prioritas perbaikan tanggul dilakukan yang mengalami kerusakan kategori tinggi. "Kalau semua diperbaiki, tidak mungkin juga," tuturnya.

Dari 600 titik tanggul yang mengalami kerusakan di sepanjang wilayah Garut hingga Brebes, Jateng, tahun ini baru akan dilakukan perbaikan untuk 18 titik.

Sedangkan untuk tanggul yang mengalami kerusakan ringan penanganan nya dilakukan dengan bio engineering. Yaitu dengan penanaman pohon.

Ditambahkan Agus, saat ini BBWS Cimanuk-Cisanggarung memang sedang fokus untuk melestarikan sungai-sungai. Cara tersebut dinilai efektif dalam mengatasi tanggul-tanggul krisis.

Sementara itu, kritisnya tanggul salah satunya terjadi di Blok Gandok Sasak Kopek, RT 06 RW 07, Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Bahkan, tanggul di blok tersebut longsor dan ambles sepanjang kurang lebih 180 meter dengan kedalaman 50 cm sampai 150 cm, pada 30 November 2017 lalu.

Pada Sabtu (2/12), alat berat sudah diterjunkan ke lokasi tersebut. Alat berat itu digunakan untuk meratakan retakan-retakan tanggul. Tanggul itu akan diperbaiki secara sementara dengan teknik bio engineering.

Ketua Komunitas Relawan Independen (KRI) Indramayu, Supardi, menyayangkan amblesnya tanggul di lokasi tersebut. Karena tanggul tersebut baru selesai diperbaiki. "Baru hujan dengan intensitas sedang saja longsor," tutur Supardi. Padahal ada ribuan warga yang keselamatannya terancam jika tanggul tersebut jika jebol. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya