Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH korban akibat banjir di Kota Medan bertambah menjadi dua orang setelah seorang bocah bernama M Ikhsan berusia 7 tahun ditemukan tewas tenggelam di Gang Merdeka, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Medan, Sumatra Utara. Sebelumnya di sekitar lokasi tersebut seorang bocah bernama Noval Zaki berusia 5 tahun juga ditemukan terpisah dari keluarganya meninggal dunia akibat tenggelam di dalam banjir yang mencapai ketinggian hingga 2 meter tersebut.
Data dari BPBD Kota Medan Minggu (3/12) menyebutkan bocah malang tersebut ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB setelah dinyatakan hilang sejak pukul 09.00 WIB.
"Keterangan warga menyebutkan bocah tersebut bermain air pada lokasi banjir disekitar rumahnya," kata Manager Pusdalops BPBD Medan, Muhammad Yunus, dalam keterangannya kepada wartawan di Medan.
Setelah dinyatakan hilang, kata Yunus, warga dan petugas dari TRC BPBD Medan langsung melakuan pencarian. Korban akhirnya ditemukan dengan kondisi sudah kaku dan langsung dibawa ke RS Teratai Kampung Baru tidak jauh dari lokasi kejadian.
Sejak Jumat (1/12) hingga Minggu, banjir masih saja menggenangi sejumlah kawasan permukiman warga di Kota Medan. Lokasi-lokasi banjir sebagian besar terjadi pada kawasan permukiman warga yang berada di bantaran sungai Deli dan Babura.
Data yang diperoleh dari BPBD Kota Medan menyebutkan bahwa banjir terjadi pada kawasan Jalan Brigjend Katamso, Gang Merdeka, Lingkungan VIII, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun. Di kawasan ini memang kerap dan selalu menjadi langganan banjir.
Kemudian banjir juga merendam kawasan komplek Pamen di Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru. Dan beberapa kawasan lainnya juga mengalami hal yang sama seperti di komplek Multatuli, Kecamatan Medan Maimun.
Tingginya air yang menggenangi rumah warga membuat salah satu hajatan acara pernikahan terganggu di Komplek Multatuli. Tenda dan kursi yang sudah terpasang sejak kemarin tidak dapat ditempati termasuk rumah tempat kawinan. Alhasil, lokasi pesta terpaksa dipindahkan ke lokasi lain.
Sementara di lokasi lain, pihak BPBD Kota Medan masih terus melakukan upaya evakuasi terhadap warga yang terjebak banjir di kawasan Komplek Pamen, Padang Bulan. Dengan menggunakan perahu karet, petugas BPBD mengevakuasi para korban ke lokasi yang lebih aman. "Ketinggian air di lokasi-lokasi banjir ini lebih dari 1 meter," kata Manajer Pusdalops BPBD Medan, Muhammad Yunus di lokasi banjir. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved