Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN pohon di wilayah Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat tumbang akibat angin kencang disertai hujan, Kamis (30/11). Sejumlah pohon diantaranya menimpa bangunan, kendaraan bermotor serta pagar rumah warga.
Terparah, pohon beringin setinggi lebih 10 meter dan diameter 2,5 meter menimpa bangunan Sekolah Dasar (SD) Merdeka di Jalan Peneropong Bintang. Beruntung sebelum kejadian, semua siswanya dipindah ke kelas lain sehingga tidak menyebabkan korban jiwa.
Menurut Kepala Desa Gudang Kahuripan, Agus Karyana, kejadian pohon tumbang di SD Merdeka ini terjadi sekitar jam 9.00 WIB. "Pohon menimpa bangunan kelas VI SD. Kepala sekolah sudah punya firasat, sebelum kejadian itu, semua siswanya sudah dipindah ke kelas yang lebih aman," katanya.
Mencegah kejadian serupa, pihak desa dan kecamatan akan memangkas sejumlah pohon yang rawan tumbang karena menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hujan disertai angin kencang terus akan terjadi hingga beberapa hari ke depan.
Selain menyebabkan pohon tumbang, angin kencang juga menyapu puluhan baliho dan spanduk. Bahkan seng dan kanopi rumah warga di sejumlah desa juga dilaporkan ikut berterbangan. Akibat pohon tumbang, aliran listrik dari PLN juga sempat terputus.
Hingga berita ini diturunkan, berdasarkan laporan yang dikumpulkan pihak BPBD Bandung Barat, dampak terparah akibat angin kencang yang disertai hujan ini baru terjadi di wilayah utara khususnya Lembang di sembilan desa.
Sementara itu, pantauan alat pencatat kecepatan angin di Stasiun Geofisika Bandung, angin kencang mulai terjadi di wilayah Lembang sekitar jam 08.00 WIB dengan kecepatan maksimal 52 km/jam.
"Alat pencatat kecepatan angin di Stasiun Geofisika Bandung pada 30 November 2017 menunjukan kecepatan angin di wilayah Lembang meningkat diatas normal. Catatan kami, sampai jam 12.00 WIB, kecepatan angin di Lembang mencapai 39,6 km/jam," ujar Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Bandung, Tony Agus Wijaya.
Tony mengungkapkan, penyebab angin kencang di Lembang ini karena adanya pengaruh siklon tropis Dahlia di sebelah barat daya Jawa Barat, awal mula terbentuk di sebelah barat daya Bengkulu dan terus bergerak kea arah timur tenggara menjauhi wilayah Indonesia.
Diperkirakan, sampai 3 Desember 2017 pengaruh siklon ini masih aktif dan menjauhi wilayah Indonesia. "Dampak siklon tropis Dahlia ini menyebabkan potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Jabar dan angin kecepatan lebih dari 20 knot sehingga perlu diwaspadai terhadap bahaya pohon tumbang, bangunan, reklame dan baliho roboh," jelasnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved