Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur memperkirakan siklon tropis Cempaka akan bergerak menjauhi wilayah Indonesia mulai hari ini, Rabu (29/11).
"Siklon tropis Cempaka diperkirakan mulai menjauh dari Indonesia," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim Agus Legowo ketika dikonfirmasi di Surabaya, Rabu. Kendati demikian, akibat terjadinya siklon tropis Cempaka masih memberikan dampak hujan deras dan gelombang tinggi di wilayah Jawa dan Bali.
Selain itu, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman banjir, longsor dan puting beliung. "Masyarakat harus tetap waspada terhadap ancaman bencana yang terjadi," ucapnya.
Siklon Tropis Cempaka itu menyebabkan bencana yang terjadi di beberapa wilayah di Jawa Timur seperti bencana banjir, tanah longsor dan puting beliung yangmerupakan cuaca ekstrem. Hingga saat ini tercatat di Pusdalops BPBD Jatim, bencana akibat SiklonTropis Cempaka adalah Pacitan, Sidoarjo dan Ponorogo.
Sebelumnya BMKG telah menyampaikan peringatan dini adanya siklon tropis Cempaka yang berada di perairan sekitar 32 kilometer sebelah selatan-tenggara Pacitan, Jawa Timur.
"Pada Selasa (28/11), kekuatan siklon berkekuatan 65 kilometer per jam. Dampak siklon ini adalah cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang dan gelombang tinggi di Jawa dan Bali," katanya.
Cuaca ekstrem yang terjadi akibat pengaruh siklon tropis Cempaka telah menyebabkan bencana banjir, longsor, dan angin puyuh di sejumlah daerah di Jawa dan Bali. Dampak ini mulai terasa pada Selasa (28/11) dini hari WIB atau hanya beberapa jam setelah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi siklon tersebut di pesisir selatan Pulau Jawa pada Senin (27/11) pukul 19.00 WIB.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, BMKG telah menyampaikan peringatan dini ihwal keberadaan siklon tropis Cempaka sekitar 32 km di sebelah selatan-tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada Selasa (28/11). Berdasarkan pemantauan, kecepatan siklon menembus 65 kilometer per jam..
Cuaca ekstrem, lanjut dia, telah menyebabkan banjir, longsor, dan angin puyuh di 21 kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali. Berdasarkan data sementara yang dihimpun Posko BNPB, ketiga bencana hidrometeorologi itu melanda, antara lain, Pacitan, Serang, Sukabumi, Semarang, dan Kota Yogyakarta.
"Daerah Pacitan yang paling dekat dengan siklon tropis Cempaka terjadi hujan lebat sehingga menimbulkan banjir dan longsor pada Selasa (28/11) dini hari. Sungai-sungai meluap menyebabkan ribuan rumah terendam banjir," kata Sutopo.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved