Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN warga di sejumlah desa di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, nekat bertahan di rumah mereka yang terendam banjir bandang hingga ketinggian satu meter lebih.
Pewarta Antara di Pacitan, Selasa melaporkan, warga memilih menyelamatkan barang-barang serta ternaknya, meski air telah masuk ke dalam rumah. Saat diingatkan relawan untuk mengungsi, warga sebagian terdiam dan sebagian lain mengaku bingung karena tak siap menghadapi banjir besar yang baru pertama terjadi di wilayah tersebut.
"Kami berharap banjir segera surut," kata Sutikno, warga Desa Hadiwarno. Hanya sebagian kecil warga yang memilih mengungsi, terutama orang tua yang sudah jompo atau anak-anak. Warga mengatakan masih ingin bertahan selama banjir belum terlalu tinggi hingga merendam separuh lebih bagian rumah mereka.
"Selama masih bisa 'jejeg' (berdiri), tidak masalah," kata salah satu warga lain yang mengemasi barang-barangnya.
Rafli, salah satu pemuda yang tergabung bersama remaja lain berusaha menyisir beberapa rumah di sepanjang jalur lintas selatan Desa Hadiwarno yang terendam banjir setinggi 1,5 meter untuk mengingatkan warga.
Namun usahanya tak segera membuahkan hasil, karena hanya sebagian kecil yang memilih mengungsi ke tempat aman atau pindah ke rumah berlantai dua untuk bertahan sambil mengawasi rumah mereka. "Ibu-ibu, orang tua dan anak-anak, termasuk warga yang sakit kami imbau untuk segera mengungsi karena kami tidak tahu apakah banjir akan semakin besar atau segera surut. Entah sampai kapan, ini hujan masih mengguyur dan debit banjir sepertinya terus meningkat," ujarnya.
Sementara di jembatan JLS Desa Hadiwarno, puluhan warga dan pengendara lalu lintas memilih berhenti dan menonton dari lokasi yang belum tergenang banjir.
Akses jalur lintas selatan dari maupun menuju pusat Kota Pacitan melalui Kabupaten Trenggalek terputus total akibat banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di daerah itu sejak Selasa (28/11) pagi.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved