Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Perbaikan Tanggul Jebol Menunggu Penanganan BBWS

M Yakub
28/11/2017 16:15
Perbaikan Tanggul Jebol Menunggu Penanganan BBWS
(ANTARA FOTO/Aguk Sudarmojo)

PERBAIKAN darurat tanggul dalam Bengawan Solo yang jebol sepanjang 25 meter di Desa/Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, masih menunggu Balai Besar Bengawan Wilayah Sungai Solo (BBWS). Pemkab juga telah berkoordinasi dengan BBWS dalam upaya penanganan darurat tersebut.

"Iya, penanganan tanggul itu menunggu BBWS," terang Kepala Seksi Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lamongan, Jannata SMP, Selasa (28/11) siang.

Apalagi, kata dia, jebolnya menjadi kewenangan BBWS dan Dinas Sumberdaya Alam (SDA) Pemkab Lamongan untuk perbaikkannya. Instansinya juga telah berkoordinasi dengan BBWS dan Dinas SDA dan rencananya, penanganan baru akan dilakukan setelah genangan banjir sudah surut. "Kewenangan secara teknis BBWS dan Dinas SDA Lamongan. Karena saat ini menunggu kondisi cuaca membaik," imbuhnya.

Ia juga menjelaskan, BPBD Lamongan sebenarnya memiliki kemampuan untuk melakukan perbaikan darurat pada sarana inftarastruktur yang mengalami kerusakkan akibat bencana. Tetapi, hal itu tebatas dengan kemampuan dan personel lapangan yang tersedia. Jika tanggul yang jebol itu hanya 5 -10 meter bisa ditangani darurat BPBD namun, bila jebolnya diatas 10 meter harus ditangani dinas yang mempunyai kewenangannya. Temasuk, yang memiliki akses anggaran yang besar. Dan hingga saat ini, instansinya juga belum mendapatkan laporan secara teknis dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan tentang berapa kerusakkan tanaman pangan akibat tanggul jebul tersebut.

Sebelumnya tanggul desa Bengawan Solo di Desa/Kecamnatan Maduran, jebol sepanjang 25 meter, pada Sabtu (18/11) pagi. Ini seiring meningkatnya permukaan sungai Bengawan Solo di kawasan hulu akibat curah hujan tinggi.

Kondisi tersebut mengakibatkan tanaman padi di Desa Maduran dan Desa Jangkungkusumo seluas 65 ha terendam banjir. Rata-rata tanaman yang terendam banjir berumur 60 hari setelah tanam. Banjir juga sempat merendam ruas jalan hingga memutuskan akses desa akibat terendam banjir.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya