Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
INOVASI di bidang lingkungan yang dijalankan Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan melalui program diet kantong plastik mendapat apresiasi negara-negara di dunia. Upaya pengurangan sampah plastik ini akan diberlakukan untuk tingkat provinsi Kalsel.
Asisten II Bidang Pembangunan Kota Banjarmasin, Hamdi, Jumat (24/11) mengungkapkan kebijakan inovasi bidang lingkungan melalui diet kantong plastik saat ini mendapat perhatian dan apresiasi dunia. "Kita tidak menyangka program kecil ini membawa imbas yang besar. Ke depan kita ingin kebijakan pengurangan sampah plastik ini meluas untuk tingkat provinsi," ungkapnya.
Beberapa waktu lalu Pemko Banjarmasin diundang PBB dalam forum United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC ) tentang perubahan iklim di Born, Jerman. Hamdi ditunjuk menjadi salah satu narasumber tentang diet plastik yang saat ini dijalankan di Kota Banjarmasin.
Dalam forum yang dihadiri negara-negara dari berbagai belahan dunia itu, tidak hanya terkait diet plastik, namun membahas berbagai aspek masalah lingkungan dunia. Terkait diet plastik yang sekarang sudah dijalankan di berbagai ritel atau toko modern yang ada di Kota Banjarmasin, pemko akan menerapkan inovasi baru penggunaan kantong plastik ramah lingkungan berbahan ubi kayu atau singkong.
Penerapannya pun akan diperluas hingga pasar-pasar tradisional. Kebijakan diet kantong plastik mulai diterapkan Pemko Banjarmasin sejak 2016 lalu. Larangan penggunaan kantong plastik di pusat perbelanjaan modern ini tertuang dalam Peraturan Walikota nomor 18/2016 yang berlaku sejak 1 Juni 2016. Saat ini masyarakat Banjarmasin yang berbelanja ke pusat perbelanjaan modern seperti Hypermart, Giant, Alfamart, Indomaret, Mart Plus dan lainnya yang ada di Kota Banjarmasin, diharuskan membawa kantong sendiri.
Kebijakan ini dinilai cukup berhasil. Kota Banjarmasin merupakan salah satu dari 23 kota di Indonesia yang menerapkan diet kantong plastik guna menekan semakin membengkaknya sampah plastik. Namun baru Kota Banjarmasin yang benar-benar melarang penggunaan kantong plastik ini.
Di Banjarmasin sendiri, volume sampah rumah tangga yang dihasilkan masyarakat setiap harinya mencapai 2.000 meter kubik atau sekitar 600 ton. Dari jumlah tersebut hampir separuhnya tidak terangkut ke TPA, tetapi dibuang sembarangan, misalnya di buang ke sungai, di buang ke kolong rumah, dibakar atau dibuang ke lahan kosong atau TPS liar. Hanya sebagian kecil yang didaur ulang atau dimanfaatkan kembali.
Sebanyak 30 persen dari volume sampah yang dihasilkan masyarakat adalah sampah plastik. Jumlah timbunan sampah kantong plastik terus meningkat signifikan setiap tahunnya, dimana sekitar 9,8 miliar lembar kantong plastik digunakan oleh masyarakat Indonesia setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, 95 persen kantong plastik menjadi sampah yang sulit diurai oleh lingkungan.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved