Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Virus Jembrana Dikhawatirkan Serang Sapi Lokal di Palembang

Dwi Apriyani
23/11/2017 15:45
Virus Jembrana Dikhawatirkan Serang Sapi Lokal di Palembang
(MI/Dwi Apriani)

PEMERINTAH Kota Palembang bakal memastikan hewan ternak aman untuk dikonsumsi masyarakat. Hal ini diupayakan dengan memberikan imunisasi kepada hewan ternak khususnya sapi.

Menyikapi kemungkinan adanya virus Jembrana yang menyerang sapi Bali di Kota Palembang, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda meminta dinas terkait untuk melakukan imunisasi dan pengecekkan secara berkala kepada setiap hewan ternak yang ada maupun yang masuk di Kota Palembang.

Menurut Fitri, sudah menjadi tugas Pemkot Palembang untuk menjaga kualitas bahan pangan untuk dikonsumsi masyarakat kota Palembang. Oleh karena itu, atas laporan yang masuk ke Kota Palembang, pihaknya langsung menyambangi lokasi peternakan yang hewannya terindikasi virus tersebut.

Diakui Fitri, baru-baru ini ada puluhan ekor sapi yang ada di peternakan di dua kecamatan di Kota Palembang yang terjangkiti virus Jembrana dan akhirnya mati. Salah satunya di peternakan sapi di jalan Sukawinatan dimana ada 13 sapi yang mati karena virus tersebut.

"Kami sudah menyurati peternakan asal hewan tersebut yakni dari Lampung dan kita akan stop dulu pengiriman sapi dari sana ke Palembang sampai melengkapi dokumen bahwa hewan tersebut bebas penyakit," ujarnya di palembang, kamis (23/11).

Sementara itu, pemilik peternakan sapi di Sukawinatan, Slamet Madura mengatakan, virus ini hanya menyerang sapi Bali, sedangkan sapi lokal tidak terinfeksi sama sekali. "Hanya menyerang sapi bali, sapi lokal tidak," jelasnya.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kota Palembang, Novayanti mengatakan, dari 2000-an populasi sapi di dua kecamatan tersebut, sejak pertengahan Oktober lalu ada 80 sapi yang mati dan terindikasi virus Jembrana.

Untuk itu, kata dia, pihaknya sudah meminta BP VET Lampung untuk meminta bantuan pengecekan sampel dan pengecekkan kesehatan sapi yang ada di sini. Dan saat ini pihaknya tengah menunggu hasil pengecekkan tersebut.

"Ini kan epidemi jadi kita tidak memberi imunisasi. Jadi kalau ada kasus luar biasa baru kita lakukan," jelasnya.

Untuk pemberian vaksin sendiri diberikan hanya sekali, lalu pengulangan setelah satu bulan dan setahun selama tiga tahun berturut-turut. "Vaksin kita juga terbatas, jadi kita meminta pasokan dari provinsi. Dan mereka telah menyiapkan 1.500 vaksin untuk saat ini," pungkasnya.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya